Gedongtengen,REDAKSI17.COM-Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggencarkan program bedah rumah bagi warga kurang mampu sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian dan kesehatan masyarakat.

Pada Minggu pagi (10/5/2026), program renovasi rumah dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni rumah milik Sudjasman, warga Kemetiran Kidul, Kemantren Gedongtengen, serta rumah milik Koniadi, warga Purwanggan, Kemantren Pakualaman.

Program tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Menurutnya, persoalan rumah tidak layak huni tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik bangunan, tetapi juga berhubungan erat dengan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kalau rumahnya sehat, sirkulasi udaranya baik, sanitasi bagus, tentu kualitas kesehatan keluarga juga akan meningkat. Karena itu program bedah rumah ini akan terus kita dorong,” ujar Hasto.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta ingin memastikan seluruh warga dapat tinggal di rumah yang layak dan sehat. Terlebih di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk cukup tinggi, kondisi hunian menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat.

Program renovasi rumah dilaksanakan di dua lokasi berbeda yakni rumah milik Sudjasman, warga Kemetiran Kidul, Kemantren Gedongtengen, serta rumah milik Koniadi, warga Purwanggan, Kemantren Pakualaman.

Menurut Hasto, program bedah rumah juga merupakan bentuk gotong royong antara pemerintah, lembaga sosial, dan dunia usaha dalam membantu masyarakat. Karena itu kolaborasi lintas sektor akan terus diperkuat agar semakin banyak warga yang dapat menerima manfaat dari program tersebut.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi menjadi kerja bersama. Alhamdulillah hari ini ada dukungan dari Perseroda BPR Bank Jogja dan Baznas Kota Yogyakarta sehingga program ini bisa berjalan,” katanya.

Selain itu bantuan juga datang dari perangkat daerah pedamping serta para karyawan kritiani Pemkot Yogyakarta.

Rumah milik Sudjasman diketahui mengalami sejumlah kerusakan pada bagian bangunan dan membutuhkan perbaikan agar lebih aman ditempati. Sementara rumah milik Koniadi juga menjadi sasaran renovasi karena kondisi bangunan yang sudah memerlukan penanganan.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo memimpin langsung program bedah rumah.

Hasto juga menyampaikan bahwa program bedah rumah akan terus menjadi salah satu prioritas pemerintah kota dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain memperbaiki kualitas hunian, program tersebut juga dinilai mampu memberikan dampak sosial dan psikologis yang positif bagi warga penerima bantuan.

“Ketika rumah menjadi lebih baik, masyarakat juga akan lebih nyaman, lebih sehat, dan lebih produktif. Itu yang ingin kita capai bersama,” ungkapnya.

Penerima manfaat, Sudjasman, mengaku bersyukur mendapatkan bantuan bedah rumah dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Ia menyebut kondisi rumahnya selama ini memang membutuhkan perbaikan, terutama di beberapa bagian bangunan yang mulai rusak.

“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta, BPR Bank Jogja dan Baznas. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga rumah kami nanti menjadi lebih nyaman dan sehat untuk ditempati,” ungkap Sudjasman.

Hal senada juga dirasakan Koniadi, warga Purwanggan, Pakualaman. Ia berharap renovasi rumah yang dilakukan dapat memberikan kenyamanan bagi keluarganya dan menjadikan lingkungan tempat tinggal lebih baik.