
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama masyarakat Padukuhan Banaran IV, Kalurahan Banaran, menggelar upacara adat Gumbregan di Pendapa Kelompok Ternak Margo Mulyo, Kamis, (14/5/2026). Tradisi turun-temurun ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur kolektif para peternak atas kesehatan dan keberkahan hewan ternak (rajakaya) yang mereka miliki.
Dalam prosesi tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih hadir secara langsung dan melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diberikan kepada ternak lembu (sapi) milik warga.
“Bagi para peternak, lembu ini adalah rajakaya yang mengantar anak-anak sekolah hingga kuliah,” ujar Bupati dalam arahannya, menekankan bahwa meskipun zaman telah berubah, nilai-nilai adat harus tetap dilestarikan.
Suasana penuh kekeluargaan tampak saat Bupati berinteraksi langsung dengan hewan ternak, memberikan doa agar ternak-ternak tersebut tetap sehat dan berkembang biak dengan baik (ngrembaka).

“Saya berharap agar ritual budaya ini terus dijaga sebagai jati diri bangsa. Selain sebagai ritual, Gumbregan diharapkan membawa keberkahan bagi para peternak sehingga ekonomi kerakyatan di wilayah Banaran semakin kuat dan hasil ternak terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.” tutur Bupati.
Tradisi ini ditandai dengan penyajian makanan khas seperti kupat jagung serta ketan yang diberikan kepada sapi. Selain itu, warga secara sukarela membawa sedekah masing-masing untuk dimakan bersama sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Makna Strategis Hewan Ternak (Rajakaya)
Lurah Banaran, Sumito, dalam sambutannya menjelaskan bahwa bagi masyarakat setempat, ternak atau rajakaya memiliki peran vital dalam sejarah ekonomi keluarga. Dahulu, ternak sering kali menjadi tumpuan biaya pendidikan anak hingga ke perguruan tinggi serta modal untuk urusan pernikahan.
Kelompok Ternak Margo Mulyo, yang dipimpin oleh Mbah Haji Sabar, kini telah berkembang menjadi kelompok yang tidak hanya memelihara ternak secara tradisional, tetapi juga mengelola potensi limbah.
“Saat ini, kelompok ternak memiliki fasilitas produksi pupuk organik dan gedung khusus untuk pembuatan silase (pakan ternak yang diawetkan).” papar Lurah Banaran.
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik dengan Dinas Pertanian dan Pangan serta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA). Upacara Gumbregan kali ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Rismiyadi, Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Agung Danarto, serta jajaran Forkopimkap.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah setelah waktu Magrib, memperkuat tali silaturahmi antarwarga dan pemerintah daerah.



