Beranda / Hukum dan Kriminal / Kasus Klitih Kridosono: Saksi Kunci Berbelit-belit?

Kasus Klitih Kridosono: Saksi Kunci Berbelit-belit?

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Update terbaru dari tragedi berdarah di depan SMAN 3 Jogja (Kawasan Kridosono) yang merenggut nyawa seorang remaja berinisial AA (17 tahun) pada Minggu dini hari (17/5) menyisakan tanda tanya.
Kini, ada perkembangan tak biasa dari hasil penyelidikan pihak Polresta Yogyakarta. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Rizki Adrian, membeberkan bahwa saksi kunci—yaitu teman korban yang saat kejadian bertindak sebagai joki motor—memberikan keterangan yang berubah-ubah dan belum konsisten saat diajak cek TKP.
Bahkan, polisi mengendus ada hal penting yang sengaja disembunyikan oleh saksi yang selamat ini.
“Nah, itu kita belum tahu (apakah korban dan pelaku saling kenal). Karena… kalau penilaian kami, masih ada yang ditutup-tutupilah. Korban yang hidup, maksudnya korban yang hidup ya,” ungkap Kompol Rizki Adrian, Minggu (17/5).
Sengaja Ditutupi atau Efek Trauma?
Polisi masih berprasangka baik bahwa ketidakkonsistenan ini bisa jadi karena saksi masih dalam kondisi syok berat, kelelahan, atau ketakutan setelah melihat temannya sendiri tewas di tempat.
Untuk memecahkan kebuntuan ini, tim penyidik tidak mau hanya bergantung pada ucapan saksi. Polisi kini sedang bergerak menyisir dan menyinkronkan rekaman CCTV sepanjang jalur pelarian: mulai dari Jalan Magelang, Pingit, Samsat, Margo Utomo, hingga seputaran Stadion Kridosono.
Sementara itu, jasad korban AA saat ini sudah dipindahkan ke RS Bhayangkara untuk proses autopsi, dan pihak keluarga didampingi penasihat hukum telah resmi melapor ke Polresta Yogyakarta.
Seperti diketahui, korban AA meninggal mengenaskan akibat luka tusuk di dada setelah aksi kejar-kejaran motor yang menegangkan oleh kelompok pelaku membawa senjata tajam, bermula dari Jalan Magelang hingga terpojok di depan pintu selatan SMAN 3 Jogja pada pukul 03.30 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *