Sleman,REDAKSI17.COM – Shinta Komala (29) mengaku terkejut usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan penggelapan satu unit iPhone oleh Polresta Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Padahal sebelumnya, ia lebih dulu melaporkan dugaan intimidasi yang dilakukan mantan pacarnya yang merupakan oknum anggota kepolisian.
Penetapan tersangka terhadap Shinta dilakukan penyidik Polresta Sleman pada Selasa, 12 Mei 2026.
Kuasa hukum Shinta, Alam Dikoram, menjelaskan bahwa kliennya sebelumnya memiliki hubungan asmara sekaligus bisnis dengan oknum polisi tersebut. Namun, hubungan keduanya kandas setelah usaha yang dijalankan bersama mengalami persoalan.
“Klien kami dulu punya hubungan dekat sekaligus hubungan bisnis dengan oknum kepolisian itu. Mereka berpacaran, lalu bisnis mereka mengalami pasang surut hingga akhirnya berpisah,” ujar Alam kepada wartawan, Minggu, 17 Mei 2026.
Menurut Alam, setelah hubungan berakhir, kedua pihak sepakat saling mengembalikan barang-barang yang pernah diberikan selama menjalin hubungan.
“Semua barang yang pernah diberikan sudah dikembalikan masing-masing pihak,” katanya.
Namun, satu unit iPhone yang kini dipersoalkan justru diklaim dibeli sendiri oleh Shinta. Pihak kuasa hukum mengaku memiliki bukti pembelian hingga rekening koran.
“Kami punya bukti pembeliannya, termasuk rekening koran. iPhone itu memang dibeli oleh Saudari Shinta,” jelasnya.
Alam juga mengungkapkan, setelah hubungan berakhir, Shinta didatangi ayah mantan pacarnya yang disebut merupakan mantan anggota kepolisian. Kedatangan tersebut, kata dia, turut didampingi anggota polisi aktif dari Reskrim Polsek Gamping.
“Tiba-tiba Shinta didatangi ayah mantan pacarnya yang juga mantan anggota kepolisian, dan didampingi polisi aktif,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, Shinta diduga mendapat tekanan agar membuat surat pengakuan utang terkait bisnis mereka.
“Klien kami ditekan untuk membuat surat pengakuan utang. Bahkan ada ancaman akan dibuatkan laporan polisi jika tidak mengikuti kemauan mereka,” tutur Alam.
Pihak kuasa hukum mengaku telah melaporkan dugaan intimidasi tersebut ke Polda DIY dan Divisi Propam Polri karena dinilai membawa nama institusi kepolisian.
“Kami melapor ke Polda DIY, khususnya Propam, terkait dugaan pelanggaran etik oleh oknum polisi tersebut,” ujarnya.
Alam menyebut pihaknya juga telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Propam tertanggal 10 Januari 2025 yang menyatakan adanya dugaan pelanggaran etik.
Namun di saat bersamaan, adik mantan pacar Shinta justru melaporkan perempuan tersebut atas dugaan penggelapan iPhone hingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.
“Padahal hal-hal itu sudah kami sampaikan sebelumnya kepada penyidik,” katanya.
Menurut Alam, iPhone yang dipersoalkan tersebut justru diantarkan langsung oleh mantan pacar Shinta sebagai bentuk pengembalian barang.
“HP itu tidak punya kaki untuk datang sendiri. Itu diantarkan langsung oleh mantannya ke klien kami,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya mengklaim masih ada sejumlah barang milik Shinta yang berada di rumah keluarga mantan pacarnya, mulai dari dua unit AC, kalung emas hingga ijazah.
“Ada dua unit AC milik klien kami yang terpasang di rumah mereka, kalung emas, bahkan ijazah juga masih dipegang,” ujarnya.
Sementara itu, Shinta mengaku hanya ingin kembali menjalani hidup normal setelah persoalan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
“Saya ingin hidup normal lagi seperti sebelum ada masalah ini,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan proses penanganan kasus setelah laporannya terkait dugaan intimidasi dilimpahkan dari Polda DIY ke Polresta Sleman.
“Saya kira pelimpahan itu untuk melanjutkan proses, tapi malah pertanyaannya diulang lagi dari awal,” katanya.
Shinta mengaku memutuskan memviralkan kasus tersebut karena merasa heran dirinya justru ditetapkan sebagai tersangka meski sebelumnya telah melapor lebih dulu.
“Saya kaget kenapa malah jadi tersangka, padahal saya yang awalnya melapor dan punya bukti juga,” ungkapnya.
Setelah kasus itu viral, Shinta mengaku mendapat gangguan melalui pesan WhatsApp dari nomor-nomor tak dikenal.
“Iya, ada nomor-nomor tidak dikenal yang masuk ke WA saya,” pungkasnya.





