Beranda / Hukum dan Kriminal / Satu Nyawa Melayang di Kotabaru, Jogja Aman?

Satu Nyawa Melayang di Kotabaru, Jogja Aman?

 

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – ​Satu lagi nyawa remaja melayang di jalanan Yogyakarta akibat kejahatan jalanan (klitih). Kali ini, tragedi berdarah terjadi tepat di depan gerbang SMAN 3 Yogyakarta, Kotabaru, pada Minggu dini hari (17/5) sekitar pukul 03.30 WIB.

Korban berinisial AA (17 tahun 9 bulan), warga Ngampilan, mengembusen napas terakhir setelah mengalami luka tusuk di bagian dada akibat serangan senjata tajam.

​Berdasarkan rekaman CCTV dan data kepolisian, korban dan temannya sempat dikejar pelaku dari Jalan Magelang (Borobudur Plaza), lari ke Simpang Pingit, Samsat, Margo Utomo, hingga akhirnya terpojok di kawasan Kridosono (Jalan Yos Sudarso).

Sesampainya di depan pintu selatan SMAN 3 Yogyakarta, korban turun dan langsung dianiaya dengan sajam. Korban sempat mencoba dibawa ke RS, namun terjatuh di jalan sebelum akhirnya ditolong warga menggunakan ambulans gereja.

​Tragedi ini kembali menampar wajah kita semua dan memperpanjang daftar hitam romantisme Jogja di malam hari.

Kawasan Kotabaru dan Kridosono yang selama ini dikenal sebagai pusat estetika kota, tempat nongkrong anak muda, dan area yang relatif “hidup”, ternyata tidak luput dari titik buta keamanan.

Fakta bahwa aksi kejar-kejaran ini berlangsung lintas kecamatan—dari Jalan Magelang hingga pusat kota—menunjukkan betapa beraninya para pelaku melancarkan aksinya tanpa takut terendus patroli malam.

​Publik kini kembali digelayuti pertanyaan klasik yang belum terjawab: sampai kapan regulasi hukum pidana anak atau status “di bawah umur” terus-menerus dijadikan tameng pemakluman?

Ketika nyawa seorang pelajar melayang secara tragis di jalanan, pembenahan dari hulu ke hilir—mulai dari jam malam anak, ketegasan aparat, hingga peran pengawasan orang tua—terbukti masih memiliki celah yang sangat besar dan fatal.

Kejadian jam 03.30 pagi. Menurut anda, apa sih yang salah? Kenapa “penyakit” street crime di Jogja ini gak pernah benar-benar hilang dan selalu memakan korban jiwa? Apakah patroli malam kurang, atau hukuman buat pelaku yang kurang bikin jera?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *