Beranda / Daerah / Bupati Kulon Progo Soroti Pembangunan Wisata Paralayang Giri Sembung, Akses Jalan Dinilai Mendesak Dibenahi

Bupati Kulon Progo Soroti Pembangunan Wisata Paralayang Giri Sembung, Akses Jalan Dinilai Mendesak Dibenahi

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, saat diwawancarai Hariane.com di sela kegiatan BBGRM di Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (19/5/2026). (Foto: Hariane/Diki Arif)

Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menaruh harapan besar terhadap pengembangan objek wisata Paralayang Giri Sembung di Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang.

Destinasi wisata baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 ini diproyeksikan menjadi penggerak pariwisata Kulon Progo sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Perbukitan Menoreh.

Pembangunan wisata paralayang di kawasan Puncak Giri Sembung telah dimulai sejak 2024. Pada tahap awal, program tersebut mendapat dukungan Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp600 juta yang digunakan untuk pembangunan akses menuju area take off atau titik lepas landas paralayang.

Pengembangan kawasan wisata tersebut kemudian berlanjut pada 2025 dengan tambahan Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp2,7 miliar untuk pembangunan secara menyeluruh.

Anggaran itu digunakan untuk melengkapi berbagai sarana dan prasarana penunjang agar objek wisata Paralayang Giri Sembung dapat segera beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat.

Keunggulan geografis kawasan Perbukitan Menoreh menjadi salah satu alasan utama pengembangan wisata tersebut. Deretan perbukitan di wilayah utara Kulon Progo dinilai memiliki karakter angin yang lebih mendukung aktivitas olahraga udara.

Kondisi tersebut diyakini mampu memberikan durasi terbang lebih panjang dibanding beberapa lokasi lain, ditambah suhu udara yang relatif sejuk.

Meski demikian, Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menilai masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, terutama terkait infrastruktur penunjang menuju kawasan wisata.

Dalam kegiatan BBGRM di Kalibawang, Kulon Progo, Selasa (19/5/2026), Agung mengungkapkan bahwa Giri Sembung memiliki potensi besar karena dinilai menjadi salah satu lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang mempunyai karakter angin kuat dan cukup stabil untuk aktivitas paralayang.

“Saya melihat potensi di Giri Sembung satu-satunya tempat di DIY yang anginnya lebih kuat dibanding daerah lain, sehingga kemarin didorong untuk segera diadakan pembangunan paralayang ini,” ujarnya.

Namun, Agung menilai tahapan pembangunan masih perlu dievaluasi. Menurutnya, infrastruktur pendukung, khususnya akses jalan menuju lokasi wisata yang mengalami kerusakan, harus segera mendapat perhatian agar tidak menghambat pengembangan destinasi tersebut.

“Hanya saya menilai tahapan pembangunannya terbalik. Akses jalannya belum memadai, sehingga sekarang kondisi akses ke wisata tersebut rusak. Ini mungkin menjadi kebutuhan yang urgent untuk segera dibenahi oleh Dinas PU Kabupaten Kulon Progo,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *