Sleman,REDAKSI17.COM – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 DIY pada Senin (01/06). Berlokasi di Lapangan Monumen Pahlawan Pancasial, Kentungan, Sleman, peringatan ini mengangkat tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’.
Tema ini sejalan dengan amanat yang disampaikan Inspektur Upacara, Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono. Membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, Yuniar mengatakan, tema tersebut menjadi sebuah pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila juga menjadi jawaban terciptanya perdamaian dunia yang abadi.
“Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” ungkapnya.
Yulian menuturkan, Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Dan sebagai bangsa yang besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata.
“Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB, peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” paparnya.
Pada upacara yang dikomandani Mayor Inf Rajiko ini, Yuniar pun mengatakan, Pancasila adalah ‘bintang penuntun’ yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Dalam hal ini, Pancasila adalah ‘jangkar moral’ bangsa dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.
“Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” imbuhnya.
Upacara ini dihadiri pula oleh Ketua DPRD DIY, Nuryadi; Asisten Bidang Administrasi Umum Setda DIY, Srie Nurkyatsiwi, perwakilan Forkopimda DIY, para Kepala OPD Pemda DIY, serta para tamu undangan. Peserta upacara pun berasal dari perwakilan siswa, mahasiswa, ASN, TNI dan Polri.
HUMAS DIY




