
UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Senin (1/6/2026). Bertindak selaku inspektur upacara Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo diikuti aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Yogyakarta.
Untuk tahun ini, Peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Menurut Hasto, tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.
“Pancasila adalah bintang penuntun bagi bangsa Indonesia. Di tengah keberagaman etnis, bahasa, budaya, dan kondisi geografis, Pancasila menjadi visi bersama yang harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi, keimanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial.

Selain itu, kepedulian terhadap kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, masyarakat miskin, dan warga yang masih mengalami kesulitan hidup.
“Kita tidak boleh hanya menjadikan slogan no one left behind sebagai kata-kata. Harus ada tindakan nyata agar tidak ada warga yang tertinggal dalam penderitaan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, dialog dan musyawarah harus terus dikedepankan untuk mencapai mufakat tanpa menimbulkan konflik.
“Perbedaan adalah bagian dari sunnatullah yang penting adalah bagaimana kita mengelola perbedaan itu melalui dialog, diskusi, musyawarah, dan menjaga semangat zero conflict,” katanya.
Lebih lanjut, Hasto menilai semangat gotong royong merupakan implementasi nyata dari seluruh sila dalam Pancasila. Menurutnya, gotong royong mencerminkan keikhlasan, kepedulian terhadap sesama, persatuan, musyawarah, serta upaya mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial.

Pihaknya mencontohkan, program bedah rumah yang rutin dilaksanakan di Kota Yogyakarta sebagai bentuk nyata pengamalan nilai gotong royong.
Selain itu, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menjalankan kegiatan kerja bakti atau kurve plus, yakni gotong royong yang tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membantu menyelesaikan persoalan sosial masyarakat.
“Gotong royong menjadi satu rangkaian nilai yang menghubungkan sila pertama hingga sila kelima. Dari situlah lahir kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap, peringatan Hari Lahir Pancasila dapat semakin memperkuat pemahaman dan penghayatan masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sehingga mampu membangun visi bersama, meningkatkan kepedulian terhadap kepentingan publik, serta memperkokoh persatuan bangsa.
“Semoga peringatan Hari Lahir Pancasila menambah kesadaran kita untuk menjadi lebih baik, memiliki visi bersama yang kuat, dan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi,” imbuhnya.