Kotagede,REDAKSI17.COM-Komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas hunian layak bagi masyarakat terus diwujudkan melalui Program Bedah Rumah.

Pada Minggu (19/7/2026) pagi, program tersebut kembali bergulir dengan menyasar tiga rumah warga di Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede, yang akan direnovasi secara serentak melalui dukungan bantuan dari Bank BPD DIY.

Ketiga rumah yang menjadi sasaran renovasi berada di RT 046 RW 010 Kelurahan Prenggan. Rumah pertama merupakan milik Sri Agustini, rumah kedua milik Sri Waltu Haryani, dan rumah ketiga milik Purwanto Nugroho. Ketiganya dinilai membutuhkan perbaikan agar menjadi tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman bagi para penghuninya.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo. Dalam kesempatan tersebut, Hasto menegaskan bahwa Program Bedah Rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Rumah yang layak, menurutnya, merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar warga dapat hidup dengan sehat, aman, dan memiliki lingkungan yang lebih baik.

“Program bedah rumah ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Rumah yang layak akan memberikan rasa aman, nyaman, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan keluarga. Karena itu kami terus menggerakkan berbagai pihak agar bersama-sama membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bank BPD DIY yang telah berpartisipasi dalam mendukung program tersebut melalui penyaluran bantuan renovasi rumah.

Menurut Hasto, kolaborasi seperti ini menjadi salah satu kunci keberhasilan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank BPD DIY yang telah menunjukkan kepedulian sosialnya. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha seperti ini sangat penting agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat program bedah rumah,” katanya.

Lebih lanjut, Hasto menuturkan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta akan terus mengembangkan pola gotong royong dalam pelaksanaan bedah rumah. Selain mengandalkan anggaran pemerintah, berbagai dukungan dari perusahaan, lembaga keuangan, organisasi sosial, hingga masyarakat diharapkan terus mengalir sehingga semakin banyak rumah warga yang dapat diperbaiki.

Pada Minggu (19/7/2026) pagi, program tersebut kembali bergulir dengan menyasar tiga rumah warga di Kelurahan Prenggan, Kemantren Kotagede.

Menurutnya, semangat gotong royong yang telah menjadi budaya masyarakat Indonesia harus terus dipelihara dalam setiap program pembangunan, termasuk penyediaan hunian yang layak.

“Semangat gotong royong inilah yang menjadi kekuatan Kota Yogyakarta. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, kita optimistis target pengurangan rumah tidak layak huni dapat tercapai lebih cepat,” imbuhnya.

Sementara itu salah seorang penerima manfaat, Sri Agustini, mengaku bersyukur dan terharu karena rumahnya akhirnya mendapat bantuan renovasi melalui Program Bedah Rumah Pemerintah Kota Yogyakarta yang didukung Bank BPD DIY.

Menurutnya, selama ini kondisi rumahnya sudah banyak mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan, namun keterbatasan ekonomi membuat renovasi belum dapat dilakukan.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta, khususnya Bapak Wali Kota Hasto Wardoyo, serta Bank BPD DIY yang telah membantu kami. Selama ini kami memang ingin memperbaiki rumah, tetapi kemampuan kami sangat terbatas. Alhamdulillah sekarang rumah kami akan menjadi lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ungkapnya.

Ia berharap Program Bedah Rumah dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga Kota Yogyakarta yang tinggal di rumah tidak layak huni dapat merasakan manfaat yang sama.

Menurutnya, kehadiran pemerintah melalui program tersebut memberikan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan sekaligus membuktikan bahwa semangat gotong royong masih terus hidup di Kota Yogyakarta.