Danurejan,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat pembangunan berbasis wilayah melalui program Sambang Kampung. Kali ini, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengunjungi Kelurahan Bausasran, Kemantren Danurejan, Minggu (19/7), untuk meninjau potensi unggulan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga terkait berbagai kebutuhan di lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, Wawan  meninjau sejumlah pelaku usaha yang menjadi potensi ekonomi Kelurahan Bausasran. Salah satunya industri makanan yang telah berkembang menjadi Industri Kecil Menengah (IKM) dengan dukungan peralatan produksi yang lebih modern.

Wawan mengapresiasi perkembangan UMKM di Bausasran yang dinilai mampu meningkatkan daya saing produk lokal. Menurutnya, keberadaan usaha-usaha tersebut perlu terus didukung agar dapat berkembang sekaligus memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat.

“Hari ini kami berkunjung ke Bausasran untuk melihat secara langsung potensi UMKM sekaligus mendengarkan berbagai kendala yang dihadapi masyarakat. Ada industri makanan yang sudah berkembang dengan baik, menggunakan peralatan modern dan telah menjadi IKM,” ujar Wawan.

Selain potensi ekonomi, Pemerintah Kota Yogyakarta juga menerima sejumlah masukan dari warga terkait kebutuhan infrastruktur lingkungan. Di antaranya persoalan saluran drainase yang belum optimal sehingga menyebabkan genangan saat hujan deras, serta masih adanya kawasan permukiman yang membutuhkan penerangan jalan.

“Kendala yang disampaikan warga terkait saluran air akan kami koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), karena saat hujan deras air meluap dan menggenang. Selain itu juga ada satu kawasan yang belum memiliki penerangan dan akan menjadi perhatian kami,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wawan juga mengunjungi sentra kerajinan keramik yang telah lama menjadi salah satu potensi unggulan Bausasran. Beragam produk seperti piring, gelas, hingga peralatan rumah tangga hasil karya perajin setempat telah dipasarkan hingga mancanegara, terutama kawasan Timur Tengah.

Menurut Wawan, potensi ekonomi lokal seperti industri makanan maupun kerajinan perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Untuk itu, Pemerintah Kota Yogyakarta akan memfasilitasi diskusi lanjutan bersama kelurahan guna merumuskan langkah pengembangan yang lebih terarah.

“Kami mengajak kelurahan untuk terus menggali potensi yang dimiliki. Nanti akan dijadwalkan diskusi lebih lanjut agar potensi yang ada dapat berkembang lebih optimal dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat,” imbuhnya.

Pada rangkaian Sambang Kampung ini, Wakil Wali Kota juga menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada Posyandu Kemangi 11 sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di tingkat kampung.

Ketua Kader Posyandu Kemangi 11, Nurjanah menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, peralatan tersebut telah lama dibutuhkan untuk menunjang pelayanan posyandu sehingga proses pemeriksaan kesehatan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas bantuan alat kesehatan ini karena memang sudah kami butuhkan. Dengan adanya bantuan ini, pelayanan kepada masyarakat akan lebih mudah dan efisien,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Posyandu Kemangi 11 secara rutin melayani sekitar 30 balita dan 15 lansia. Kondisi kesehatan balita di wilayah tersebut juga tergolong baik. Tercatat hanya terdapat dua balita yang mengalami stunting dan keduanya merupakan kasus yang dipengaruhi penyakit bawaan sejak lahir.

“Alhamdulillah, kasus stunting di wilayah kami hanya dua anak dan itu bukan karena faktor gizi, tetapi karena memiliki penyakit bawaan sejak lahir,” ungkapnya.