UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya memberikan kemudahan dan insentif kepada masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Pekan Panutan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang digelar di Graha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Kamis (4/6).
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Yogyakarta memberikan keringanan berupa potongan langsung sebesar 5 persen bagi wajib pajak yang melakukan pembayaran PBB-P2 pada hari pelaksanaan acara. Program ini menjadi bagian dari konsistensi pemerintah dalam mendorong kepatuhan wajib pajak sekaligus memberikan keringanan setiap tahunnya.
Kegiatan Pekan Pembayaran PBB-P2 juga menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dengan kehadiran sekitar 690 wajib pajak atau Nomor Objek Pajak (NOP) yang memanfaatkan program tersebut.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan berbagai kemudahan pembayaran terus dihadirkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak tepat waktu. Menurutnya, inovasi digital yang dikembangkan Pemkot Yogyakarta menjadi salah satu keunggulan pelayanan publik di bidang perpajakan.
“Antusias warga sangat baik dan kami terus memberikan kemudahan-kemudahan dalam pembayaran. Insyaallah kami optimis target penerimaan PBB-P2 tahun 2026 dapat tercapai. Saat ini masyarakat juga bisa membayar melalui QRIS dan Jogja Smart Service (JSS), sehingga proses pembayaran menjadi lebih cepat dan praktis,” ujar Wawan.
Ia menambahkan, digitalisasi layanan perpajakan yang diterapkan Kota Yogyakarta bahkan menjadi salah satu percontohan bagi daerah lain karena mampu menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, dan efisien.
Terkait kondisi ekonomi saat ini, Wawan Harmawan menilai aktivitas ekonomi masyarakat masih berjalan cukup baik meskipun investasi baru masih cenderung tertahan.
“Untuk investasi memang masih ada yang menahan diri untuk hal-hal baru. Tetapi untuk aktivitas rutin masyarakat dan dunia usaha masih bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Pihaknya juga mengajak masyarakat memanfaatkan insentif pembayaran lebih awal karena selain mendapatkan diskon 5 persen, pembayaran pajak yang lebih cepat juga membantu pemerintah dalam mempercepat perencanaan pembangunan daerah.

“Kalau membayar lebih awal tentu lebih menguntungkan karena pemerintah memberikan stimulus berupa diskon 5 persen. Ini justru dapat mengurangi beban masyarakat. Harapan kami masyarakat bisa memanfaatkan pekan panutan ini untuk membayar PBB dan mendapatkan keringanan tersebut,” ujarnya.
Ia menegaskan, pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik. “Mari manfaatkan pekan panutan ini untuk membayar pajak PBB sehingga memperoleh keringanan 5 persen. Dengan penerimaan pajak yang lebih cepat, pelayanan kepada masyarakat juga bisa semakin optimal,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Darmadi Sudibyo, menilai kegiatan Pekan Pembayaran PBB-P2 merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pajak.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat baik dalam rangka membangun awareness masyarakat. Dengan kegiatan seperti ini, masyarakat semakin sadar bahwa pajak merupakan kewajiban yang perlu diprioritaskan,” katanya.
Menurutnya, penerimaan pajak daerah yang terkumpul akan memperkuat fondasi fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan fondasi fiskal yang kuat, pemerintah daerah akan lebih leluasa dalam melaksanakan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“PAD yang terkumpul lebih cepat akan memperkuat fondasi fiskal daerah. Dengan APBD yang kuat, pembangunan dapat dirancang lebih baik dan pada akhirnya kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembayaran pajak yang tepat waktu juga memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. “Ketika pajak terkumpul, pemerintah dapat membangun infrastruktur dan berbagai fasilitas publik. Proses pembangunan tersebut akan menggerakkan perekonomian daerah sehingga manfaatnya dirasakan kembali oleh masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembukuan, Penagihan dan Pengembangan Pendapatan Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta, Putut Purawandono, menjelaskan bahwa potongan 5 persen diberikan khusus untuk pembayaran yang dilakukan pada tanggal 4 Juni 2026 mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.
“Acara hari ini merupakan bentuk penghargaan Pemerintah Kota Yogyakarta kepada seluruh wajib pajak dengan memberikan potongan langsung sebesar 5 persen untuk ketetapan pajak yang dibayarkan pada hari ini,” kata Putut.
Ia menyebutkan, pada tahun 2026 Pemkot Yogyakarta menerbitkan sebanyak 97.801 Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 dengan total nilai ketetapan mencapai Rp167,77 miliar. Sementara target penerimaan PBB-P2 tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp140,4 miliar.
Hingga tanggal 25 Mei 2026, realisasi penerimaan PBB-P2 telah mencapai Rp22,01 miliar atau sekitar 15,67 persen dari target yang ditetapkan.
Selain memberikan potongan pajak, Pemkot Yogyakarta juga menghadirkan berbagai inovasi pelayanan seperti Mobil Keliling Pajak SI-JAK dan Pekan Pembayaran PBB-P2 Nontunai di wilayah RW.
Putut juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memperbarui data objek dan subjek pajak agar sesuai dengan kondisi sebenarnya. “Data yang akurat akan mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Tak hanya mendapatkan diskon, wajib pajak yang hadir juga berkesempatan memperoleh berbagai souvenir dan doorprize yang disediakan oleh sejumlah mitra, termasuk hadiah utama berupa sepeda motor serta berbagai hadiah elektronik seperti televisi, kulkas, dan mesin cuci.
Salah satu peserta, Wiwid, warga Wirobrajan, mengaku sengaja memanfaatkan program tersebut karena memberikan keuntungan yang cukup besar. “Pelayanannya sangat ramah dan bagus. Diskon 5 persen ini lumayan sekali. Total pembayaran saya sekitar Rp191 juta dan itu sudah termasuk potongan. Kalau dihitung, diskonnya hampir Rp10 juta,” ungkapnya.
Menurut Wiwid, kegiatan serupa yang telah diikutinya selama dua tahun terakhir terus mengalami peningkatan pelayanan. “Sekarang semakin bagus. Antriannya tidak terlalu panjang dan pelayanannya cepat. Kalau bisa diskonnya tahun depan dinaikkan jadi 10 persen,” ujarnya.