DANUERJAN,REDAKSI17.COM – Kota Yogyakarta menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Tahun 2026 yang berlangsung mulai tanggal 3–5 Juni 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APJI se-Indonesia dengan mengusung tema “Konsolidasi Nasional dan Pengokohan Organisasi Menuju APJI sebagai Mitra Utama Strategis Stakeholder Jasaboga.”
Melalui Rakernas ini, APJI berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi, inovasi, dan pengembangan industri jasaboga nasional agar semakin adaptif, profesional, dan berdaya saing di tengah dinamika ekonomi serta perkembangan industri pangan dan kuliner.

Untuk mengawali Rakernas APJI 2026, hari ini telah berlangsung Welcome Dinner di Ayodhya Grand Ballroom, Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Rabu (3/6). Menariknya, seluruh peserta tampil mengenakan pakaian adat Nusantara yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam organisasi.
Acara tersebut dihadiri oleh Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, Ketua Umum DPP APJI Tashya Megananda Yukki, Ketua DPD APJI DIY Vita Subiyakti, serta ratusan anggota DPD APJI dari Sabang hingga Merauke.
Dalam sambutannya, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam X menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Yogyakarta sebagai tuan rumah Rakernas APJI 2026.
Menurutnya, kehadiran sekitar 400 peserta dari berbagai daerah merupakan kehormatan sekaligus bukti pentingnya peran APJI dalam menggerakkan roda perekonomian nasional, khususnya sektor jasa boga.

“Tema Rakernas kali ini sangat tepat dan relevan dengan tantangan zaman. APJI memiliki peran yang sangat strategis dan sejalan dengan berbagai program kesejahteraan keluarga. Industri makanan dan minuman menjadi ujung tombak dalam memastikan ketersediaan pangan yang lezat, bergizi, aman, dan higienis,” ujarnya.
Ia menambahkan, para pelaku usaha jasaboga memiliki tanggung jawab besar dalam melestarikan kekayaan kuliner Nusantara sekaligus mengembangkannya agar mampu bersaing di tingkat global.
“Oleh karena itu, saya menaruh harapan besar agar melalui Rakernas ini APJI dapat terus memperkuat kolaborasi dan inovasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang tidak hanya memajukan anggota asosiasi, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi kebangkitan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan perempuan di sektor kuliner,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Rakernas APJI di Kota Yogyakarta. Ia mengapresiasi keputusan APJI yang memilih Kota Yogyakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Rakernas 2026.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan jajaran APJI yang telah mempercayakan Yogyakarta sebagai tuan rumah. Kota Yogyakarta memang tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi memiliki sumber daya manusia yang kreatif. Karena itu, industri kreatif termasuk sektor jasa boga menjadi salah satu kekuatan utama yang terus kami dorong,” katanya.
Menurutnya, industri jasaboga memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan pariwisata, serta penciptaan lapangan kerja. “Kami berharap Rakernas APJI dapat menghasilkan berbagai program strategis yang berdampak positif bagi kemajuan industri kuliner Nasional,” ungkapnya.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) APJI Tashya Megananda Yukki mengungkapkan, Rakernas menjadi momentum penting bagi APJI untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan dan peluang industri jasa boga yang terus berkembang.
“Sejak kami tiba, kami merasakan keramahan, kekompakan, dan semangat gotong royong dari seluruh pengurus dan panitia. Mari kita sama-sama bersenang-senang malam ini sebelum besok kita mulai sidang-sidang pleno,” ujarnya.
Ia juga berharap suasana hangat yang terjalin di tengah keberagaman anggota APJI dari seluruh Indonesia dapat semakin mempererat kebersamaan dan memperkuat sinergi antar daerah.