KOTAGEDE,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta menggiatkan patroli sampah di sungai-sungai menggunakan perahu. Kali ini Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo naik perahu motor bersama dinas terkait melakukan patroli sampah di Sungai Gajah Wong, Jumat (26/6/2026). Pemkot Yogyakarta mengajak masyarakat mengelola sampah dengan Gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) agar tidak membuang sampah ke sungai.
Patroli sampah di Sungai Gajah Wong tepatnya dilakukan di utara Jembatan Ngeksigondo di wilayah RW 1 Sambirejo, Prenggan. Awalnya Hasto menyusuri sungai ke arah utara untuk mengecek kondisi sampah dan kembali ke selatan. Kemudian menyusuri lagi Sungai Gajah Wong dan menjaring sampah yang berada di tengah sungai.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo melakukan patroli sampah  menggunakan perahu di Sungai Gajah Wong.

“Patroli (sampah) sungai itu memang harus dengan perahu. Kalau hanya ditunggu di pinggir, itu sampahnya enggak (ke) pinggir, banyak yang di tengah. Makanya ini kita ingin mencoba bagaimana perahu-perahu yang kita miliki dari BNPB kemudian ini juga beli perahu sendiri dipakai untuk patroli di sungai,” kata Hasto ditemui di sela patroli sampah di Sungai Gajah Wong.
Menurutnya, melakukan patroli sampah di atas air sungai memberikan perspektif visual yang jauh lebih luas dibandingkan patroli dari pinggir bantaran sungai. Hasto mengaku bisa memotret kondisi sungai dengan patroli naik perahu. Misalnya bisa betul-betul melihat rumah per rumah yang buang sampah ke sungai. Untuk itu bersih-bersih patroli sampah di sungai menggunakan perahu.

Saat patroli, Hasto juga mengambil sampah di Sungai Gajah Wong menggunakan jaring.

“Gajah Wong itu sampahnya masih banyak. Saya kemarin ke daerah Gambiran itu pinggir sungainya sampah nyangkut di pohon-pohon bambu. Itu menunjukkan bahwa sampah yang ke sungai masih banyak,” paparnya.
Hasto menilai sampah-sampah di sungai itu bisa berasal dari aliran di hulu sungai dan dari kanan kiri sungai. Pihaknya berusaha mengendalikan dari kanan-kiri supaya tidak membuang sampah ke sungai. Sedangkan di hulu dari arah Sleman sudah dipasang jaring sampah atau trash barrier. Kampanye bersih sungai juga terus digiatkan sehingga menjadi perhatian masyarakat agar menjaga lingkungan air sungai.

Hasto mengangkat jaring berisi sampah  hasil patroli di Sungai Gajah Wong menggunakan perahu.

“Kita mau menyelenggarakan tiga perahu. Ini (dari) BNBP nanti BPBD. Bisa tiga perahu, satu untuk Gajah Wong, satunya untuk Winongo, satu lagi untuk Code. Tapi itu pun masih kurang sebetulnya. Untuk mengambil kayak ini harusnya sampahnya diambil masuk ke sini, masuk ke sini, terus nanti kita angkut, kita amankan,” terang Hasto.
Hasil sampah yang terjaring sekitar satu karung bagor dan beragam. Ada sampah organik dan anorganik seperti botol plastik air mineral, gelas plastik, kantong plastik dan lainnya. Hasto menegaskan sampah-sampah yang terjaring itu jika terpilah bisa dijual ke perosok dan menjadi uang. Untuk itu pihaknya mengajak masyarakat untuk terus melaksanakan Gerakan Mas JOS.

Hasto menunjukan berbagai sampah yang dijaring di Sungai Gajah Wong dan mengingatkan masyarakat untuk melaksanakan Mas JOS sehingga tidak dibuang ke sungai.

“Saya mohonlah Pak Lurah-Pak Lurah, RW, RT itu terus menggerakkan Mas JOS masyarakat Jogja olah sampah. memilah sampah dari rumah. Itu harapan saya harus terus kita galakkan,” tegasnya.
Sementara itu Ketua RW 1 Kampung Sambirejo, Prenggan Sarija menilai dari pengamatannya sudah banyak kemajuannya masyarakat di wilayahnya tidak membuang sampah ke sungai Apalagi adanya bank sampah di RW 1 Sambirejo  bisa menggerakkan warga untuk mengelola sampah. Termasuk melaksanakan Gerakan Mas JOS.  Namun dari informasi warga yang diterimanya masih ada orang membuang sampah dari atas jembatan sehingga sulit dikendalikan.
“Alhamdulillah adanya bank sampah di RW 1 ini sangat membantu ya terutama mengedukasi masyarakat tidak lagi ada yang membuang sampah ke sungai,” ucap Sarija.