Gondokusuman,REDAKSI17,COM – Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan penghormatan kepada 65 aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas melalui Wisuda Purna Tugas dan Pelepasan Anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Periode Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di New Saphir Hotel, Selasa (30/6/2026), menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi puluhan tahun para ASN dalam melayani masyarakat dan membangun Kota Yogyakarta.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta, Sarwanto, mengatakan peserta wisuda merupakan ASN yang mencapai batas usia pensiun (BUP) terhitung mulai 1 Juli hingga 1 September 2026.

Sarwanto menyebut wisuda kali ini menjadi istimewa karena terdapat tiga pejabat pimpinan tinggi pratama yang memasuki masa purna tugas, yakni Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yunianto Dwi Sutono, Kepala Dinas Kesehatan Emma Rahmi Aryani, serta Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maryustion Tonang.
Selain itu, peserta wisuda terdiri atas dua pejabat eselon IIIA, tiga pejabat eselon IIIB, delapan pejabat eselon IV, dua dokter, 25 guru, dua analis kebijakan, seorang asisten apoteker, seorang bidan, seorang nutrisionis, tiga perawat, seorang perawat gigi, seorang pranata laboratorium kesehatan, serta 12 pelaksana.
Dalam kesempatan tersebut juga diberikan apresiasi kepada ASN dengan masa pengabdian terlama. Tiga guru menjadi pegawai dengan masa kerja tertinggi, yakni Endang Ratna Lingsih dengan masa pengabdian 40 tahun 6 bulan, disusul Endang Yuli Gayatun dan Basuki Rahayu. Sementara ASN dengan pangkat tertinggi adalah Isnando Singgih, dokter ahli utama RSUD Kota Yogyakarta dengan golongan Pembina Utama (IV/e).

Tak hanya memberikan penghargaan, BKPSDM juga menghadirkan inovasi pelayanan administrasi melalui kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta. Para calon purna tugas secara simbolis menerima resi pengambilan KTP elektronik dan Kartu Keluarga yang telah diperbarui dengan perubahan status pekerjaan dari PNS menjadi pensiunan.
“Melalui layanan ini para calon purna tugas tidak perlu lagi mengurus perubahan data kependudukan secara mandiri. Seluruh proses telah difasilitasi melalui kolaborasi BKPSDM dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Tidak hanya untuk KTP Kota Yogyakarta, kami fasilitasi bagi ASN yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Sarwanto.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Dedi Budiono, menegaskan memasuki masa pensiun bukan berarti berakhirnya keanggotaan dalam KORPRI. Menurutnya, KORPRI memiliki tiga jenis keanggotaan, yaitu anggota biasa, anggota luar biasa, dan anggota kehormatan.
“Saya menyebut masa pensiun ini sebagai pintu gerbang menuju kehidupan baru. Kalau selama ini kita terbiasa diatur, sekarang saatnya belajar mengatur diri sendiri. Dengan pengalaman yang panjang, saya yakin Bapak-Ibu dapat menjalani kehidupan baru dengan baik dan tetap bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi para ASN yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun kepada masyarakat Kota Yogyakarta.
“Ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk penghormatan kami kepada Bapak-Ibu semua. Bapak-Ibu telah meninggalkan nama baik dan pengabdian yang akan selalu dikenang. Mudah-mudahan itu menjadi bekal untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap Dedi.

Mewakili seluruh wisudawan, Muryanto, guru SD Negeri Pakel yang telah mengabdi selama 37 tahun, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta atas kesempatan mengabdi selama ini.
“Kami merasa bangga dan terhormat menjadi bagian dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Terima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan arahan yang telah diberikan selama kami berkarya untuk Kota Yogyakarta tercinta,” katanya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas masih terdapat kekurangan serta memohon doa agar seluruh calon purna tugas dapat menjalani masa pensiun dengan sehat, tenang, dan tetap bermanfaat bagi lingkungan.
