Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memaknai Kongres Persatuan Keluarga Besar Tamansiswa (PKBTS) XX Tahun 2026 sebagai momentum niti laku. Momentum untuk mengingat kembali akar sejarah sekaligus menjaga agar ajaran Ki Hajar Dewantara tidak berhenti menjadi warisan semata, tetapi harus terus hidup sebagai arah gerak.
Hal demikian disampaikan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X saat membacakan sambutan Gubernur DIY dalam pembukaan Kongres PKBTS XX Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Agung Taman Siswa, Selasa (30/06/2026). Mengangkat tema ‘Bersatu dalam Gagasan, Bergerak dalam Perubahan’, Kongres PKBTS XX Tahun 2026 ini diselenggarakan selama 3 hari, pada 30 Juni- 2 Juli 2026.
Sri Paduka menyebutkan, bukan tanpa alasan falsafah Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani ini harus terus hidup sebagai pedoman dalam kehidupan. Sebab, menurut Sri Sultan, falsafah ini bukan sekadar titah masa lalu, melainkan kompas yang justru semakin relevan di tengah tantangan pendidikan dan kebudayaan Indonesia masa kini.

“Masa depan pendidikan Indonesia tidak akan semata ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang kita kuasai, melainkan oleh seberapa kuat karakter yang kita bangun. Di sinilah relevansi Taman Siswa tetap tak tergantikan. Sebab, Ki Hajar mengajarkan bukan sekadar ilmu untuk bekerja, melainkan budi untuk menjadi manusia,” tutur Sri Paduka.
Sri Paduka mengatakan, 97 tahun lalu PKBTS yang saat itu bernama Persatuan Bekas Murid Taman Siswa (PBMTS) lahir bukan sekadar sebagai perkumpulan alumni, melainkan sebagai pagar hidup yang menjaga dan memperluas medan perjuangan pendidikan dan kebudayaan bangsa. Oleh karena itu, Sri Paduka turut mengajak untuk terus menjaga nyala semangat tersebut di setiap generasi. “Semangat itu tidak boleh padam di tangan generasi kita,” tegas Sri Paduka.
Atas nama Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Paduka pun menyambut kongres ini dengan penuh harapan. Diharapkan, sidang-sidang yang berlangsung menghasilkan kepemimpinan yang kuat, visi yang jernih, serta tekad yang bulat untuk membawa PKBTS semakin bermanfaat bagi bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, Parjimin mengungkapkan, PKBTS merupakan wadah perjuangan para alumni, siswa, mahasiswa, dan para simpatisan pecinta ajaran ketamansiswaan yang akan selalu mewarisi sekaligus menyebarluaskan api ajaran ketamansiswaan sesuai dengan kemajuan dan perubahan alam serta zaman. Dibentuk oleh Ki Hajar Dewantara, PKBTS ini telah berdiri sejak 13 April 1929 di Yogyakarta dengan nama awal Persatuan Bekas Murid Taman Siswa.
“PKBTS di dalam lingkungan Persatuan Taman Siswa adalah organisasi yang memiliki otonomi, mempunyai asas, landasan, perjuangan, ciri khas, dan tujuan yang sama dengan Persatuan Taman Siswa. Oleh karena itu, semua kegiatan PKBTS hendaknya sejalan dengan tujuan dari Persatuan Taman Siswa dengan meningkatkan hubungan kerja sama antarorganisasi dalam lingkungan Taman Siswa dan dikoordinasikan oleh Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa,” papar Parjimin.
Sementara itu, Ketua Umum PP PKBTS, Ki M. Munawaroh mengakui bahwa meskipun PKBTS merupakan organisasi yang telah berusia hampir 97 tahun, nama dan kiprahnya masih belum banyak dikenal masyarakat, terutama di tingkat nasional. Meski demikian, selama lima tahun terakhir, PKBTS terus berupaya meningkatkan kontribusinya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan sekolah, khususnya di lingkungan Perguruan Tamansiswa.

Menurutnya, berbagai program telah dijalankan sebagai bentuk komitmen organisasi. Di antaranya program pemberian susu dan telur gratis bagi siswa dan pamong di berbagai Perguruan Tamansiswa di seluruh Indonesia, program beasiswa dan orang tua asuh, serta berbagai pelatihan dan lokakarya untuk meningkatkan kompetensi pamong dan guru Tamansiswa di Yogyakarta dan sekitarnya. Pelatihan tersebut diselenggarakan selama hampir satu tahun bekerja sama dengan Dinas Dikpora DIY dengan berlandaskan ajaran Ki Hajar Dewantara.
“Kongres kali ini harapannya bisa menciptakan program-program yang semakin mempertegas peran PKBTS untuk bangsa dan negara melalui gerakan bidang pendidikan, kebudayaan, dan kebangsaan sebagaimana yang menjadi arah perjuangan Ki Hajar Dewantara semasa hidupnya,” kata Ki M. Munawaroh.
Menurut Ki M. Munawaroh, program-program tersebut harus adaptif terhadap perkembangan era digital agar mampu menjangkau generasi muda. Ia menilai generasi saat ini lebih digital minded, menyukai hal-hal yang nyata, peduli terhadap isu sosial dan lingkungan, serta memiliki karakter yang lebih kreatif dibandingkan generasi sebelumnya.
Karena itu, PKBTS ke depan diharapkan semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kebudayaan, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan. Selain menjadi “pagar hidup” yang dinamis, PKBTS juga diharapkan aktif mendorong regenerasi di lingkungan Tamansiswa serta mengembangkan ajaran Ki Hajar Dewantara melalui pendekatan yang lebih inovatif, relevan, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Humas Pemda DIY




