KOTAGEDE,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan menggiatkan kampanye keamanan pangan buah nusantara di sekolah jenjang SMP. Melalui kegiatan itu diharapkan para remaja gemar makan buah serta mampu memilih buah yang aman dan sehat. Termasuk menjadi agen perubahan untuk mengajak teman-temannya rutin makan buah.

Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Ashardini Eka Setianingsih mengatakan dari data yang ada sekitar 96 persen remaja di Indonesia kurang makan buah dan sayur. Oleh sebab itu kampanye keamanan pangan buah nusantara diadakan di SMP-SMP di Kota Yogyakarta, salah satunya di SMPN 9 Yogyakarta. Dalam kampanye itu Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) DIY.

Narasumber dari BRMP DIY memberikan edukasi terkait kandungan dan manfaat buah hingga cara pemilihan buah yang aman dan sehat. 

“Melalui kampanye keamanan pangan buah nusantara kami mengharapkan anak-anak suka makan buah. Buah tidak harus mahal karena negara kita sangat kaya akan buah-buahan tropis atau lokal yang sangat bergizi. Harapannya juga pintar memilih buah yang aman dan sehat,” kata Dini ditemui di sela kampanye keamanan pangan buah nusantara di SMPN 9 Yogya, Rabu (22/7/2025)

Dini juga menekankan pemilihan sasaran remaja usia sekolah sangat krusial karena merupakan calon generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Mengingat buah memiliki kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang sangat dibutuhkan untuk menunjang proses tumbuh kembang dan pembentukan organ tubuh remaja secara optimal. Dalam kegiatan itu para pelajar SMP mendapatkan edukasi cara memilih buah yang aman dan sehat.  Di samping itu mendapat berbagai macam buah lokal yakni pisang, jeruk, salak dan apel.

Usai mendapatkan sosialisasi, siswa siwa mendapat berbagai buah nusantara atau lokal seperti pisang. 

“Bagaimana cara memilih buah yang aman untuk dikonsumsi. Di antaranya dari teksturnya, rasanya, dan warnanya. Misalnya kulitnya tidak bernoda, memar, tidak busuk dan tidak terlalu lembek,” paparnya.

Pihaknya menegaskan kampanye keamanan pangan itu dilakukan rutin setiap tahun baik buah maupun susu di SD-SD. Kegiatan itu juga untuk mendukung inovasi program dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta yaitu Pangan Aman, Anak Kuat, Bangsa Hebat (Paku Bangsa). Upaya itu agar sekolah-sekolah bisa menerapkan sistem pangan yang sehat dan aman untuk anak-anak.

Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Ashardini Eka Setianingsih (dua dari kiri) bersama dinas terkait dan sekolah serta beberapa pelajar SMPN 9 Yogyakarta menunjukan berbagai buah nusantara atau lokal.

“Kami harapkan anak-anak ini menjadi agen perubahan. Setelah selesai mengikuti kegiatan ini mereka diharapkan bisa mengajak teman-teman, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya untuk rutin makan buah setiap hari. Selain itu pintar memilih buah yang aman,” tambah Dini.

Sementara itu narasumber dari BRMP DIY Nurdeana Cahyaningrum menjelaskan data penelitian Kementerian Kesehatan, sebanyak 96 persen remaja di Indonesia kurang mengonsumsi buah dan sayur. Adapun untuk memilih buah yang aman dan sehat antara lain kondisi buah tidak rusak, tidak memar, tidak berjamur. Tercium segar aroma khas buah dan tidak berbau asam menyengat. Untuk buah terutama lokal dicuci dengan air, sebelum dikupas.

Para siswa antusias menjawab kuis terkait buah-buahan.

“Beli di tempat buah yang bersihh artinya buah diwrap plastik untuk menjaga tidak terkena gangguan mikroorganisme. Dalam menyimpan buah seperti pisang jangan dijadikan satu dengan buah lain karena akan menyebabkan buah lain cepat matang dan busuk,” terangnya.

Salah satu pelajar SMPN 9 Yogyakarta yang mengikuti kampanye keamanan pangan buah nusantara, Kirana Nisa Karunia menyambut baik dan merasa senang dengan kegiatan itu. Dia bisa mengetahui kandungan dan manfaat buah serta cara memilih buah.  Apalagi sesekali ada kuis tentang buah-buahan. Selama ini ia mengonsumsi buah, tapi tidak setiap hari. Kirana juga siap mengajak teman-temannya untuk rutin makan buah.

“Kegiatan nya seru dan menambah wawasan juga. Jadi lebih banyak tahu tentang buah, terus apa manfaatnya, dan bisa memilih buah yang bagus. Nanti aku bakal mengajak teman-teman yang nggak suka makan buah untuk nyobain buah dikit-dikit,” ucap Kirana.