SLEMAN,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta dan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) “MMTC” Yogyakarta menandatangani kerjasama Program One Village, One Sister University, One Sister Corporate guna memperkuat pembangunan masyarakat berbasis potensi wilayah yang diselenggarakan di Auditorium STMM “MMTC” Yogyakarta, Kamis (30/7).
Kerjasama tersebut secara langsung ditanda tangani oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono dan Ketua STMM MMTC Yogyakarta, Agung Harimurti.
Penandatanganan tersebut difokuskan pada penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan kampung tematik di Kota Yogyakarta dengan menghadirkan perguruan tinggi serta dunia usaha sebagai pendamping masyarakat.
Program ini diharapkan menjadikan kampus STMM “MMTC” sebagai bagian dari pembangunan wilayah yang mampu memicu proses pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, bahkan setelah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selesai.
Dalam sambutannya, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono mengatakan, STMM “MMTC” memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan kampung-kampung di Kota Yogyakarta melalui keahlian di bidang multimedia, komunikasi digital, dan kecerdasan artifisial (AI).
“Kami berharap peran STMM dapat diwujudkan melalui pemetaan potensi, produksi konten kreatif, literasi digital, dokumentasi kebudayaan, penguatan citra kampung, hingga pemanfaatan AI untuk pemberdayaan masyarakat,” jelas Kadri Renggono saat menyampaikan sambutan.
Ia menambahkan, implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi harus mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat. Bersama sekitar 50 perguruan tinggi lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, STMM diharapkan memberikan kontribusi, khususnya dalam membantu masyarakat memanfaatkan teknologi secara bijak dan mandiri.

“AI tidak cukup hanya membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pihaknya juga mengucapkan selamat atas terselenggaranya Dies Natalis ke-41 STMM MMTC Yogyakarta. “Semoga Dies Natalis Ke-41 ini dapat menguatkan kedudukan STMM sebagai institusi pendidikan yang melahirkan insan multimedia yang kreatif, berintegritas, adaptif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua STMM MMTC Yogyakarta, Agung Harimurti mengungkapkan, STMM terus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai bagian dari penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia melalui implementasi Program One Kampung, One Sister sambutan, One Sister Corporate.
Sehingga, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi akan lengkap dengan adanya kontribusi nyata kepada masyarakat. Oleh karenanya, STMM terus mengembangkan berbagai program pengabdian yang melibatkan dosen dan mahasiswa serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Komitmen kami adalah menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak melalui inovasi, kolaborasi, dan pengabdian untuk kemajuan masyarakat serta transformasi digital Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Said Mirza Pahlevi mengajak sivitas akademika STMM untuk tidak takut menghadapi perkembangan AI.
“Jangan pernah takut pada kecanggihan teknologi. AI tidak akan pernah menggantikan manusia. Yang akan menggantikan manusia adalah manusia yang mampu bersimbiosis dengan AI,” tegasnya.
Ia menilai keterampilan teknis seperti membuat ilustrasi, mengedit video, atau menghasilkan konten visual akan semakin mudah dilakukan dengan bantuan AI. Namun, ide, kreativitas, empati, nilai filosofis, kebijaksanaan, serta tanggung jawab tetap menjadi keunggulan yang hanya dimiliki manusia.
“AI dapat menghasilkan karya dalam hitungan detik, tetapi manusialah yang menentukan tujuan, makna, empati, dan bertanggung jawab atas setiap karya yang dipublikasikan. Teknologi dapat menciptakan karya, tetapi hanya sentuhan nurani manusia yang mampu memberikan makna,” katanya.

Selanjutnya, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Setyabudi Indartono menjelaskan, kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan dan budaya. Menurutnya, generasi muda harus mampu memadukan penguasaan teknologi dengan karakter, etika, serta nilai-nilai keistimewaan khususnya di Kota Yogyakarta.
“Anak-anak kita tidak hanya harus menguasai AI, tetapi juga kultur, budaya, etika, dan unggah-ungguh. Nilai-nilai yang diperoleh selama belajar di Yogyakarta diharapkan menjadi bekal positif bagi para lulusan,” ujarnya.
Ia juga berharap, STMM dapat menjadi pusat pembelajaran vokasi modern berbasis Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Micro Credential di wilayah DIY serta melahirkan talenta multimedia yang adaptif, beretika, dan berorientasi pada kemanfaatan sosial.


