Danurejan,REDAKSI17.COM  – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menorehkan prestasi dalam penyelenggaraan pembangunan daerah. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menerima penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha yang diserahkan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X pada Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan II Tahun 2026 di Gedhong Pracimasana Kompleks Kepatihan DIY, Kamis (30/7).

Penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha dari Pemerintah Daerah DIY merupakan bentuk apresiasi atas kualitas perencanaan capaian pembangunan serta program unggulan yang dinilai mendukung pembangunan nasional.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama integrasi basis data kemiskinan DIY oleh Wakil Gubernur DIY selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah TKPKD DIY bersama para wakil bupati dan Wakil Wali Kota Yogyakarta selaku Ketua TKPKD kabupatenkota.

Penandatanganan komitmen oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan rasa syukur atas capaian Kota Yogyakarta yang berhasil meraih peringkat kedua dalam penilaian tersebut tepat di bawah Kabupaten Sleman.

“Penghargaan ini memberikan penilaian terhadap perencanaan dan realisasi pembangunan. Alhamdulillah Kota Yogyakarta berada di peringkat kedua setelah Sleman. Penilaiannya melihat perencanaan penyerapan keuangan dan realisasi fisik pembangunan. Hingga Juni lalu capaian kita sudah di atas 50 persen sehingga menunjukkan pembangunan berjalan sesuai target,” ujarnya.

Hasto menjelaskan salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam penilaian adalah implementasi program unggulan Kota Yogyakarta yakni Satu Kampung Satu Tenaga Kesehatan. Program tersebut dinilai berhasil menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui pendekatan jemput bola termasuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis di tingkat kampung.

“Program Satu Kampung Satu Tenaga Kesehatan dinilai positif karena implementasinya berjalan dengan baik. Pemeriksaan kesehatan gratis juga terlaksana sehingga manfaatnya benarbenar dirasakan masyarakat,” katanya

Meski demikian, Hasto mengakui masih terdapat sejumlah program yang perlu terus dioptimalkan salah satunya program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.

“Kita masih perlu meningkatkan penyerapan program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana. Di Kota Yogyakarta tidak mudah menemukan keluarga miskin yang memenuhi kriteria sekaligus memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Ini menjadi tantangan yang akan terus kami evaluasi,” jelasnya.

Penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X, menegaskan bahwa penguatan tata kelola pembangunan harus dimulai dari data yang terintegrasi. Menurutnya integrasi basis data kemiskinan menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah benarbenar tepat sasaran.

“Tidak cukup mengurangi kemiskinan hanya melalui program bantuan. Upaya tersebut harus ditopang tata kelola pembangunan berbasis data terintegrasi agar meminimalkan kesalahan inklusi maupun eksklusi sehingga intervensi pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Sultan HB X mengatakan tema rakor tahun ini Satu Pintu Data Penguatan Tata Kelola Data Terpadu untuk Akselerasi Penurunan Kemiskinan dan Ketimpangan DIY sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Di tengah dinamika global Sultan  HB X menyampaikan bahwa perekonomian DIY hingga semester I tahun 2026 masih menunjukkan kinerja yang positif Pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan I 2026 mencapai 5,84 persen didukung oleh meningkatnya aktivitas pariwisata dan inflasi yang tetap terkendali. Namun demikian, pemerintah daerah tetap diminta mewaspadai berbagai tantangan seperti ketidakpastian geopolitik, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi hingga potensi kekeringan akibat El Nino yang dapat berdampak pada meningkatnya kemiskinan dan ketimpangan.

Untuk itu, pihaknya mendorong sinergi antara Pemerintah DIY dan pemerintah kabupaten/kota terus diperkuat baik melalui integrasi data pengendalian inflasi maupun penyelenggaraan pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan.

Penandatanganan komitmen oleh wakil wali dan wakil bupati se DIY

Penghargaan ini diharapkan menjadi cerminan tata kelola pemerintahan yang berkualitas sekaligus motivasi bagi seluruh pemerintah daerah untuk terus melakukan perbaikan sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat ujarnya

Penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha sendiri diberikan kepada pemerintah kabupaten dan kota di DIY yang dinilai memiliki perencanaan pembangunan yang konsisten komprehensif inovatif serta menunjukkan capaian pembangunan dan program unggulan terbaik Penilaian mengacu pada pedoman Penghargaan Pembangunan Daerah dari Kementerian PPNBappenas dengan mempertimbangkan tiga komponen utama yakni kualitas perencanaan capaian pembangunan serta dukungan program unggulan terhadap pembangunan nasional

Pada penilaian tahun 2026 Kabupaten Sleman meraih peringkat pertama dengan nilai 909 disusul Kota Yogyakarta di peringkat kedua dengan nilai 857 dan Kabupaten Kulon Progo di posisi ketiga dengan nilai 830 Prestasi tersebut semakin memperkuat komitmen Kota Yogyakarta untuk terus menghadirkan pembangunan yang terukur inovatif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Chi