Beranda / Daerah / Sumberrahayu Kembangkan Hidroponik untuk Ketahanan Pangan

Sumberrahayu Kembangkan Hidroponik untuk Ketahanan Pangan

SLEMAN,REDAKSI17.COM –  Pemerintah Kalurahan Sumberrahayu, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, mengembangkan budidaya sayuran dan buah dengan sistem hidroponik melalui program ketahanan pangan yang dikelola BUMKal Rahayu.

Program tersebut memanfaatkan Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar Rp125 juta. Budidaya dilakukan di tiga green house yang dibangun di Padukuhan Kembangan 2.

Penanaman perdana dilakukan bersama Lurah Sumberrahayu Sigit Tri Susanto, Direktur BUMKal Rahayu Sutopo Sugihartono, Badan Permusyawaratan Kalurahan, perangkat kalurahan, dan dukuh.

Pelaksana program ketahanan pangan, Rudy, mengatakan dua green house digunakan untuk budidaya selada dan sawi, sedangkan satu green house lainnya ditanami melon jenis lavender dan instonan.

“Sayuran dapat dipanen kurang lebih dua minggu, sedangkan melon membutuhkan sekitar 70 hari sejak waktu tanam,” katanya, Rabu (5/8/2026).

Rudy menjelaskan, sistem hidroponik dipilih karena mampu menggunakan air secara lebih efisien. Penggunaan green house juga membantu menjaga kondisi tanaman sekaligus mengurangi risiko serangan hama.

Sebanyak 1.200 tanaman sayuran yang dibudidayakan di dua green house ditargetkan menghasilkan sekitar 1,2 ton setiap masa panen. Sementara itu, 900 tanaman melon diproyeksikan menghasilkan sekitar 1,4 ton buah dalam sekali panen.

Dengan harga melon lavender dan instonan berkisar Rp17.000 hingga Rp20.000 per kilogram, hasil budidaya tersebut juga memiliki potensi ekonomi bagi pengelola dan masyarakat yang terlibat.

“Kami berharap budidaya hidroponik ini berlangsung berkelanjutan. Setelah satu masa panen selesai, bibit baru kembali ditanam sehingga produksi dapat berjalan sepanjang tahun,” ujar Rudy.

Lurah Sumberrahayu, Sigit Tri Susanto, mengatakan pengembangan hidroponik tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pendapatan kalurahan.

“Program ini kami harapkan memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat dan BUMKal,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kalurahan Sumberrahayu berencana mengembangkan kawasan tersebut sebagai wisata petik. Pengunjung dapat memperoleh sayuran dan buah segar langsung dari lokasi budidaya sekaligus mengenal sistem pertanian hidroponik.

Program tersebut dikelola BUMKal Rahayu dengan melibatkan kelompok tani, Kelompok Wanita Tani, serta petani muda. Kolaborasi itu diharapkan memperkuat keberlanjutan usaha sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ketahanan pangan di Sumberrahayu.

(Sugiyanto/KIM DIY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *