Beranda / Daerah / Berangkat Dari Keheningan, TMPN Kusumanegara Jadi Jembatan Sejarah Antargenerasi

Berangkat Dari Keheningan, TMPN Kusumanegara Jadi Jembatan Sejarah Antargenerasi

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Menjelang peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mendorong Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kusumanegara Yogyakarta menjadi jembatan untuk mengenalkan sejarah perjuangan dan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda. Upaya tersebut ditegaskan melalui peresmian Layanan Studi TMPN Kusumanegara dalam pembukaan Pekan “Jejak Patriot”, Rabu (12/08), menjadikan makam pahlawan bukan sekadar tempat ziarah, tetapi juga ruang belajar sejarah lintas generasi.
“Hari ini pula kita meresmikan Layanan Studi Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara. Ini adalah langkah penting menjadikan makam pahlawan bukan hanya tempat ziarah, tetapi ruang untuk belajar tentang sejarah. Tempat generasi muda membaca sejarah bukan dari buku semata, melainkan dari keheningan yang mengajarkan penghormatan,” tutur Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi, saat membacakan sambutan Sekretaris Daerah DIY.
Pekan Jejak Patriot merupakan program yang mengajak masyarakat menjelajah edukasi sejarah dan kepahlawanan, yang dirancang untuk meningkatkan apresiasi, keteladanan, serta pemahaman reflektif dan integratif melalui observasi langsung. Pembukaan yang dilaksanakan serangkai dengan aksi simbolis penaburan bunga di atas makam para revolusioner bukan dilaksanakan tanpa alasan. Aksi tersebut menjadi simbol menghargai ruang hening yang selama ini hadir bagi masyarakat untuk terus mengingat dan merawat ingatan perjuangan meraih kemerdekaan.
Menurut Aria, nilai dan makna kemerdekaan harus terus ditelusuri, dipahami, dan diteruskan dari generasi ke generasi. Selayaknya filosofi “Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe”, warisan nilai-nilai kepahlawanan yang kini bersemayam di TMPN Kusumanegara diharapkan dapat tetap hidup dalam setiap pikiran dan perbuatan masyarakat di DIY.
“Sunyi dari pamrih, riuh dalam karya. Itulah yang diwariskan para pahlawan yang saat ini bersemayam di sini, dan itulah yang harus tetap terus hidup dalam cara kita bekerja untuk negeri,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Budhi Wibowo, menyatakan bahwa adanya kehadiran program Pekan Jejak Patriot ini mampu memberikan pola edukasi yang lebih kontekstual, interaktif, dan menyesuaikan kebutuhan generasi muda. Sebab, untuk menjaga nilai-nilai kepahlawanan tetap hidup, diperlukan pembaharuan cara pandang yang mampu menumbuhkan stigma bahwa belajar sejarah bukan sekadar menghafal biodata, melainkan melahirkan tindakan nyata.
Lebih dari itu, Jejak Patriot diharapkan menjadi dorongan untuk mengapresiasi, merefleksi, dan memahami sejarah perjuangan dengan mengintegrasikannya dalam kehidupan sehari-hari. “Sejarah harus mampu menghadirkan kesadaran. Kepahlawanan harus mampu menghadirkan keteladanan, dan keteladanan harus mampu melahirkan tindakan,” tegas Wibowo.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos DIY sekaligus inisiator Jejak Patriot, Tri Susilastuti, menegaskan bahwa dengan memberi kesempatan bagi masyarakat sekaligus menghadirkan berbagai inovasi terkini berbasis teknologi, menjadi salah satu cara Pemda DIY dalam beradaptasi dan bertransformasi di era digital. Sehingga, masyarakat terkhusus generasi muda diharapkan dapat turut terlibat dan berpartisipasi langsung dalam pelestarian nilai-nilai kepahlawanan.
“Tadi kita buatkan QR code untuk alih data, jadi siapa pahlawannya, peristiwanya apa, dan profil beliau apa, itu sudah bisa dilihat. Artinya, belajar sambil bermain, rekreasi, sekaligus religi itu bisa dilakukan untuk menjawab tantangan di zaman yang serba digital. Dinas Sosial menyesuaikan dengan selera anak muda sekarang,” pungkas Tri.
Rangkaian kegiatan Pembukaan tersebut kemudian ditutup dengan nonton bareng film dokumenter sejarah perjuangan Jenderal Soedirman yang penuh dengan semangat dan nilai juang.
Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *