Beranda / Ekonomi dan Bisnis / IHSG Melemah Jelang Pidato Prabowo dan Penyampaian RAPBN 2027

IHSG Melemah Jelang Pidato Prabowo dan Penyampaian RAPBN 2027

Jakarta,REDAKSI17.COMIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (14/8/2026) di zona merah menjelang penyampaian pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Pelemahan indeks mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar yang menantikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah untuk tahun depan.Berdasarkan data perdagangan hingga sekitar pukul 09.02 WIB, IHSG berada di level 6.290,43 atau turun 11,34 poin (0,18%) dibandingkan penutupan sebelumnya.

IHSG dibuka di level 6.296,59, sempat menyentuh level tertinggi 6.303,37, sebelum bergerak melemah hingga menyentuh level terendah 6.282,00 pada awal sesi perdagangan.

Aktivitas transaksi pada awal perdagangan juga masih relatif terbatas. Nilai transaksi di seluruh pasar (all market) tercatat sekitar Rp321,83 miliar dengan volume 11,78 juta lot dan frekuensi transaksi 71,60 ribu kali. Sementara di pasar reguler, nilai transaksi mencapai Rp312,82 miliar, dengan volume 8,78 juta lot dan frekuensi 71,59 ribu kali.

Pergerakan IHSG terjadi di tengah perhatian pelaku pasar terhadap agenda kenegaraan Presiden Prabowo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pada pagi hari, Presiden dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.

Selanjutnya, pada siang hari, Presiden akan menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota  Keuangan kepada DPR RI. Dokumen tersebut menjadi acuan utama arah kebijakan fiskal pemerintah, termasuk target pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar, belanja negara, pendapatan negara, defisit anggaran, hingga strategi pembiayaan APBN tahun depan.

Bagi pelaku pasar modal, penyampaian RAPBN 2027 menjadi salah satu katalis penting yang berpotensi memengaruhi sentimen perdagangan. Investor umumnya mencermati arah belanja pemerintah, insentif fiskal, proyeksi ekonomi makro, serta kebijakan yang berpotensi berdampak terhadap kinerja emiten di berbagai sektor.

Pelaku pasar juga akan menunggu respons pemerintah terhadap berbagai tantangan ekonomi global dan domestik yang diperkirakan akan disampaikan dalam pidato Presiden, sebelum menentukan arah investasi pada perdagangan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *