Umbulharjo,REDAKSI17.COM-Kampung Rejowinangun, Kemantren Kotagede, berhasil meraih Juara I Lomba Kampung Tangguh Pangan Kota Yogyakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggana di Ruang Bima Balai Kota Yogyakarta, Kamis (20/8/2026).

Untuk juara II diraih Kampung Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, dan Juara III diraih Kampung Gowongan, Kemantren Jetis.

Sementara itu, Juara Harapan I diberikan kepada Kampung Nitikan, Kemantren Umbulharjo, serta Juara Harapan II diraih Kampung Gendeng, Kemantren Gondokusuman.

Para pemenang memperoleh uang pembinaan dengan rincian Juara I sebesar Rp5 juta, Juara II Rp4,5 juta, Juara III Rp4 juta, Juara Harapan I Rp3,5 juta, dan Juara Harapan II Rp3 juta.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Kadri Renggana, sangat mengapresiasi kepada para pemenang yang telah mengikuti lomba.

Ia menyebut pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan secara lebih luas.

Kadri menjelaskan, Kota Yogyakarta yang memiliki keterbatasan lahan justru dituntut untuk terus menghadirkan kreativitas dalam membangun ketahanan pangan.

Menurutnya, pekarangan rumah, lorong kampung, halaman, hingga ruang-ruang sempit lainnya dapat dimanfaatkan menjadi sumber pangan apabila dikelola dengan pengetahuan, ketekunan, dan kerja sama masyarakat.

“Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari lahan yang luas. Satu keluarga yang menanam kebutuhan pangannya sendiri, kelompok warga yang membudidayakan ikan, maupun kampung yang mengolah sampah organik menjadi pupuk merupakan langkah nyata yang dapat berkembang menjadi gerakan bersama,” jelasnya.

Pihaknya pun mendorong agar hasil pekarangan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Apabila produksinya telah berkembang dengan baik, hasil tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu mendorong tumbuhnya usaha rumah tangga maupun UMKM.

“Dengan demikian, gerakan ketahanan pangan dapat berjalan seiring dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam penilaian lomba, aspek kolaborasi dan partisipasi masyarakat juga menjadi perhatian penting,” bebernya

Kampung tangguh, menurut Kadri, tidak mungkin dibangun hanya oleh satu atau dua orang. Dibutuhkan gotong royong antara warga, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan berbagai unsur lainnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, mngatakan bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh oleh tim juri yang terdiri atas praktisi dan pegiat ketahanan pangan keluarga. Dalam penilaiannya tidak hanya melihat hasil budidaya, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan program dan keterlibatan masyarakat.

Pemkot Beri Penghargaan Kampung Tangguh Pangan, Wujudkan Ketahanan dari Masyarakat.

“Kami ingin melihat bagaimana masyarakat membangun sistem ketahanan pangan secara menyeluruh. Tidak hanya menanam, tetapi juga bagaimana hasil panen dimanfaatkan, bagaimana lingkungan tetap bersih dan rapi, serta bagaimana seluruh warga berpartisipasi dalam menjaga keberlanjutan program tersebut,” katanya.

Empat aspek utama menjadi dasar penilaian dalam lomba ini, yaitu penerapan sistem integrated farming, estetika kebersihan dan kerapian lingkungan, pemanfaatan hasil produksi, serta peran aktif masyarakat. Pada aspek budidaya, juri menilai teknik pertanian, peternakan, dan perikanan, termasuk inovasi seperti hidroponik, smart farming, maupun irigasi sederhana.

Selain itu, kebersihan lingkungan, pengelolaan limbah, keberagaman produk hasil panen, pencatatan administrasi, hingga kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, media, dan CSR juga menjadi bagian dari penilaian.

Melalui Lomba Kampung Tangguh Pangan ia berharap semakin banyak kampung yang mampu mengembangkan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

“Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, kreativitas, inovasi, dan semangat gotong royong menjadi modal penting untuk mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta,” katanya.