JETIS,REDAKSI17.COM– Pemerintah Kota Yogyakarta mendukung kampanye bersepeda ke sekolah atau bike to school yang diadakan para penggiat sepeda bersama salah satu produsen sepeda. Bersepeda ke sekolah dinilai menjadi kegiatan positif dan itu sejalan dengan gerakan bersepeda Pemkot Yogyakarta beberapa tahun lalu. Pemkot Yogyakarta akan memperkuat jalur-jalur sepeda serta sarana prasarana (sarpras) pendukung bersepeda.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengapresiasi program edukasi dan kampanye bike to school yang diadakan Krosspit bersama Pacific Bike di SMPN 6 Yogyakarta. Kegiatan itu diharapkan membuat pelajar lebih dekat dan tertarik menggunakan sepeda karena sebagian besar para pelajar SMP diantar ke sekolah oleh orang tua. Program itu menurutnya sejalan dengan gerakan Sepeda Kanggo Sekolah Lan Nyambut Gawe (Sego Segawe) Pemkot Yogyakarta tahun 2008 yang digagas  Wali Kota Yogyakarta saat itu yakni Herry Zudianto.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan memberikan sambutan saat kampanye bersepeda ke sekolah. 

“Kami ingin ke depan adik-adik bisa bersekolah menggunakan sepeda. Harapannya kembali lagi kita menggunakan sepeda karena sangat bagus mengayuh dan untuk aktivitas. Kami juga akan sosialisasikan kalau bepergian jarak dekat menggunakan sepeda,” kata Wawan saat kegiatan bike to school di SMPN 6 Yogyakarta, Jumat (4/9/2026).

Pihaknya menegaskan selama ini Pemkot Yogyakarta sudah menyediakan jalur-jalur sepeda, rambu sepeda dan ruang pemberhentian sepeda di simpang jalan yang terdapat Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta mencatat ada 65 ruas jalan dengan lajur sepeda, 152 ruang tunggu sepeda dan 421 rambu jalur alternatif sepeda. Setelah sarpras sepeda diperkuat, pihaknya akan menggerakan kembali bersepeda di masyarakat.

Wawan memberikan kuis dan tanya jawab dengan perwakilan pelajar SMPN 6 Yogyakarta. 

“Pemerintah akan memperkuat dulu sarana prasarana jalur-jalur sepeda  dan ruang tunggu di banyak perempatan bagi pengguna sepeda. Kita siapkan dulu dengan baik sebelum launching (gerakan bersepeda kembali),” paparnya.

Kepala SMPN 16 Yogya Dwi Isnawati mengatakan mendukung program bike to school itu karena ada edukasi terkait bersepeda yang aman dan menyehatkan bagi para pelajar. Diakuinya sebagian besar pelajar datang ke sekolah diantar orang tua. Namun masih ada beberapa pelajar di SMPN 6 Yogyakarta yang bersepeda ke sekolah.

“Kebetulan melalui zonasi penerimaan peserta didik itu yang terjaring itu banyak anak-anak di sekitar sekolah. Jadi yang rumahnya di sekitar sekolah  ada sebagian anak-anak itu yang hanya jalan kaki, tetapi yang agak jauh sedikit itu biasanya  menggunakan sepeda untuk ke sekolah,” tutur Dwi.

Berbagai ajakan untuk bersepeda dalam kegiatan edukasi dan kampanye bersepeda ke sekolah di SMPN 6 Yogya.

Salah satu pelajar SMPN 6 Yogyakarta yang bersepeda ke sekolah adalah Andra Keanu Rizqullah. Andra bersepeda ke sekolah dari rumahnya di Cokrodiningratan tidak jauh dari Tugu Yogyakarta dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Menurutnya bersepeda ke sekolah lebih asyik, walaupun diakuinya saat pagi lalu lintas padat, tapi lebih leluasa bersepeda

“Bersepeda selama naik kelas delapan ini. Karena asik dan seru. Nggak sampai sepuluh menit (sampai sekolah). Ayo naik sepeda, sepeda itu asyik,” ujar Andra.

Parade bersepeda bersama mengisi kegiatan kampanye bersepede ke sekolah.

Sementara itu pendiri giat Krosspit, Putro Setiawan menyampaikan kegiatan bike to school di SMPN 6 Yogyakarta itu dalam rangka pelaksanaan program Spedanesia 2026–2027 bertajuk Building Indonesia’s Cycling Culture. Edukasi dan kampanye bersepeda itu sebagai upaya menumbuhkan budaya bersepeda, pola hidup sehat, dan kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar. Di samping itu bersepeda bisa mengurangi polusi dan kepadatan lalu lintas di pagi hari.

“Kita menggerakan bersepeda di sekolah biar anak-anak bisa lebih sehat terus mengurangi polusi udara. Selama ini setiap pagi jalanan dikuasai kendaraan mobil dan sepeda motor yang mengantarkan anak ke sekolah. Kalau seumpama kita bisa galakkan kembali  berangkat sekolah dengan naik sepeda itu akan lebih baik menurut saya. Karena di samping sehat, mengurangi polusi udara, dan juga mengurangi kemacetan,” tandas Putro.