Taman Jalan Dr. Sardjito Ditata, Sediakan Ruang Drop-off Kampung Wisata

Gondokusuman,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta menata taman dan sisi jalan di Jalan Dr. Sardjito, Terban, Jumat (4/9/2026). Penataan dilakukan untuk menyediakan ruang drop-off kendaraan bagi tamu Kampung Wisata Cokrokusuman sekaligus mengurangi potensi kemacetan di ruas jalan tersebut.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, kebutuhan ruang berhenti kendaraan muncul karena selama ini kendaraan yang mengantar atau menjemput tamu harus berhenti di badan jalan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Warga inginnya ada tempat untuk berhenti. Sisi jalannya ini dibuat cekungan. Intinya seperti itu,” kata Hasto.

Menurutnya, ruang tersebut diperlukan agar kendaraan dapat berhenti sementara tanpa menghambat arus lalu lintas. Dengan adanya area khusus, kendaraan yang membawa tamu ke kawasan kampung wisata tidak perlu berhenti langsung di badan jalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta Rajwan Taufiq menegaskan penataan tersebut bukan merupakan alih fungsi taman. Sebagian taman hanya digeser untuk mengoptimalkan fungsi ruang di kawasan tersebut.

“Ini bukan alih fungsi. Jadi ini menata taman. Menata taman supaya fungsinya lebih banyak,” jelasnya.

Rajwan menjelaskan, kawasan tersebut juga menjadi akses menuju Kampung Wisata Cokrodiningratan yang cukup sering menerima kunjungan menggunakan kendaraan berukuran besar. Selama ini kendaraan yang mengantar tamu harus berhenti di pinggir jalan karena belum tersedia ruang khusus untuk menurunkan penumpang.

“Yang selama ini kalau misalnya bus atau mini bus itu, nunggunya di pinggir jalan, jadi agak menghambat lalu lintas. Maka kita tata supaya tamu itu tetap bisa ada tempat drop-off,” ujarnya.

Dalam penataan tersebut, taman yang berada di bagian tengah akan digeser sekitar tiga meter ke arah barat. Sementara taman di sisi timur tetap dipertahankan dan tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, keberadaan taman tetap dipertahankan meskipun posisinya mengalami penyesuaian.

Rajwan menegaskan area yang disiapkan bukan untuk parkir kendaraan, melainkan hanya sebagai tempat menurunkan atau menaikkan tamu.

“Supaya taman tetap ada, kemudian tamu juga tetap bisa ada tempat drop, maka posisi taman kita geser ke barat. Penataan ini diharapkan dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat, kegiatan kampung wisata, serta kelancaran lalu lintas secara bersamaan,” kata Rajwan.

Pekerjaan penataan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua minggu. Area yang terdampak penataan memiliki lebar sekitar 10 meter, dengan bagian taman yang digeser sekitar tiga meter.