UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan Apresiasi BApresiasi  ktival Babad Siti Kemantren kepada kemantren-kemantren terbaik yang mampu menjalankan program penggalian dan pengemasan Jelajah Budaya. Penghargaan itu sebagai bentuk apreasi hasil kerja-kerja kreatif 14 kemantren melalui Festival Babad Siti Kemantren #4. Dalam kegiatan itu sekaligus diluncurkan website Babad Siti Kemantren.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengucapkan selamat kepada para penerima apresiasi budaya Festival Babad Siti Kemantren. Sebagai kota budaya,  Wawan mengatakan kemantren-kemantren di Kota Yogyakarta diminta berlomba-lomba untuk  meningkatkan potensi budaya. Wawan juga berharap Jelajah Budaya dapat diselenggarakan dengan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Yogyakarta.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menyerahkan secara simbolis apresiasi budaya Festival Babad Siti Kemantren kepada 5 nominasi terbaik.

“Harapan kami ke depan  kalau bisa masalah budaya ini tidak digarap oleh Dinas Kebudayaan sendiri, tapi Dinas Kebudayaan sebagai leading sector mengajak dinas terkait. Karena ini tidak lepas dari Dinas Pariwisata, Dinas UMKM, Dinas Perdagangan sehingga tahun depan lebih besar lagi,” kata Wawan saat Apresiasi Budaya Festival Babad Siti Kemantren di Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu (5/9/2026)
Bahkan Wawan akan mengajak provinsi untuk ikut serta dalam kegiatan kebudayaan itu. Menurutnya dalam hal budaya  harus digarap bersama karena budaya itu tidak kenal batasan wilayah. Baik batasan kota dengan provinsi maupun dengan kabupaten. Termasuk dengan potensi keberagam budaya seperti keberadaan Klenteng Poncowinatan.

Wawan saat memberikan sambutan apresiasi budaya sekaligus menutup Festival Babad Siti Kemantren 2026.

“Kemarin di Klenteng  Poncowinatan,kami sampaikan bahwa Jogja City of Tolerance ini harus ditingkatkan. Ini menjadi satu contoh bahwa Yogyakarta ini penuh warna. Ini adalah budaya kita yang perlu kita kembangkan semuanya,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung penyelenggaraan  Festival Babad Siti Kemantren #4 sehingga berjalan dengan baik. Untuk mengapreasi hasil kerja-kerja kreatif yang telah dilaksanakan empat belas wilayah melalui Festival Babad Siti Kemantren #4, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta memberikan apresiasi kepada kemantren yang mampu menjalankan program penggalian dan pengemasan Jelajah Budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti menyerahkan sertifikat apresiasi budaya Festival Babad Siti Kemantren.

“Kami memberikan semacam awarding untuk lima nominasi. Jadi ini sebenarnya merupakan salah satu cara kami untuk memotivasi agar ke depan apa yang kemudian kita lakukan ini tidak hanya berhenti pada saat event. Tapi juga bisa menjadi aktivitas yang berkelanjutan,”  papar Yetti
Adapun penerima Apresiasi Festival Babad Siti Kemantren #4 yaitu Juara harapan 2 Kemantren Mantrijeron, Juara harapan 1 Kemantre  Gedongtengen, Juara 3 Kemantren Mergangsan, Juara 2 Kemantren Jetis  dan Juara 1 Kemantren Kraton. Para pemenang mendapatkan sertifikat penghargaan dan sejumlah uang pembinaan.

Pemukulan kenong menandai peluncuraan website Babad Siti Kemantren.

Sedangkan website Babad Siti Kemantren yang diluncurkan memuat data storyline dan program-program aktivitas budaya 14  kemantren. Diharapkan narasi dan identitas budaya dari 14 kemantren dapat terangkat secara utuh dan makin dikenal luas sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas kebudayaan Yogya.
Salah satu penerima apresiasi budaya Festival Babad Siti Kemantren #4 adalah Kemantren Kraton yang meraih juara 1. Tim produksi Babat Siti Kemantren Kratono, Icha Khaligi Yogiswara menuturkan dalam Jelajah Budaya, Kemantren Keraton itu mengambil jelajah situs-situs Kemantren Kraton dengan bersepeda mengelilingi Benteng Baluwerti Kraton Yogyakarta.

Wawan saat meninjau pameran showcase Babad Siti Kemantren 2026.

“Terus tujuannya kita ke situs-situs yang memang orang awam itu belum mengetahui. Misalnya ada Plososari yang masih serangkaian Tamansari, tapi berada di pemukiman warga. Jelajah Budaya kemarin menjadi trial. Ke depan jelajah sepeda akan dilanjutkan bersama mitra kami dan Karang Taruna Kemantren Kraton umenjadi tour guide,” pungkas Icha.