UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) terus mengoptimalkan upaya pencegahan kebakaran dari hulu hingga hilir. Salah satunya dengan memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah melalui kegiatan Go To School.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Edukasi Damkarmat Kota Yogyakarta, Isharyono mengatakan, kegiatan Go To School menjadi salah satu upaya penting untuk memberikan pemahaman sejak dini mengenai penyebab kebakaran, langkah pencegahan, hingga cara melakukan pemadaman apabila api masih dalam skala kecil.
“Harapan kami khususnya dari Damkarmat, kami memberikan edukasi kepada anak-anak dan ibu guru supaya mengetahui apa penyebab-penyebab kebakaran, bagaimana cara pencegahannya, dan bagaimana cara penanggulangan kebakaran yang sifatnya masih kecil,” jelas Isharyono.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut siswa tidak hanya mendapatkan materi mengenai kebakaran, tetapi juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktek pemadaman api secara sederhana. Edukasi juga diarahkan agar anak-anak tidak bermain api, menyalakan kembang api sembarangan maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Program Go To School dilaksanakan sebanyak 14 kali dalam satu tahun dengan sasaran sekolah dasar (SD) di wilayah Kota Yogyakarta. Sekolah yang belum pernah mendapatkan edukasi menjadi salah satu prioritas Damkarmat.
“Kadang ada juga sekolah yang sudah mengetahui program kami kemudian mengajukan permintaan. Tetapi kami prioritaskan sekolah yang belum pernah mendapatkan edukasi kebakaran,” ungkapnya.
Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut dinilai cukup tinggi. Selain mendapatkan edukasi dan praktik, kegiatan juga dikemas secara menarik sehingga anak-anak dapat belajar mengenai keselamatan kebakaran dengan cara yang menyenangkan.
Selain edukasi untuk siswa SD, Damkarmat Kota Yogyakarta juga memiliki program edukasi kebakaran bagi kelompok bermain, PAUD, dan TK. Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar 36 kali dalam setahun dengan lokasi kegiatan di kantor Damkarmat.
Sementara itu, Kepala Seksi Operasional Pengendalian dan Pemadaman Kebakaran Damkarmat Kota Yogyakarta, Timur Diliyanto Judho Asmoro menyampaikan, berdasarkan data yang tercatat pada bulan Agustus 2026 terdapat 20 kejadian kebakaran di wilayah Kota Yogyakarta dan tujuh kejadian kebakaran di luar wilayah kota.
Sementara, pada bulan September 2026 juga sudah terjadi kasus kebakaran di tiga lokasi di Kota Yogyakarta.
Menurutnya, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian masyarakat adalah kebiasaan membakar sampah yang dapat memicu kebakaran, khususnya ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang.
“Penyebab kebakaran itu banyak sekali, ada listrik, menyalakan lilin, membakar sampah, gas atau kebocoran gas, dan macam-macam,” ujarnya.
Ia menyebut, kawasan Umbulharjo menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian karena memiliki wilayah yang cukup luas. Pada periode tertentu, petugas menerima sejumlah laporan terkait pembakaran tumpukan sampah maupun ranting yang berpotensi merembet menjadi kebakaran.
“Untuk itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan. Selain itu, apabila terdapat aktivitas pembakaran yang diperbolehkan sesuai ketentuan, masyarakat harus memastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan bara yang dapat menyulut kebakaran,”ungkapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang bersumber dari instalasi listrik dan gas. Saat meninggalkan rumah, masyarakat diminta memastikan peralatan listrik yang tidak digunakan telah dimatikan serta memperhatikan kondisi peralatan dan sambungan gas.
“Kalau bepergian, alangkah baiknya gas dilepas atau listrik yang tidak terpakai dimatikan. Itu untuk menghindari risiko kebakaran,” imbuhnya.
Tak hanya itu, bagi masyarakat khususnya perokok diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi lingkungan yang kering dapat membuat puntung rokok menjadi salah satu sumber api yang berpotensi memicu kebakaran.
“Harapannya, upaya edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga pencegahan kebakaran tidak hanya mengandalkan petugas, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Damkarmat Go To School Edukasi Bahaya Kebakaran Sejak Dini Sasar Anak Sekolah



