UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Yogyakarta menjadi tuan rumah pengajian rutin DWP DIY yang berlangsung di Grha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, Selasa (8/9/2026). Pengajian yang dihadiri ratusan perwakilan DWP se-DIY ini mengusung tema Peran Perempuan dalam Membangun Generasi Berakhlakul Karimah dengan Meneladani Rasulullah SAW. Para perempuan khususnya, anggota DWP diharapkan bisa menjalankan berbagai peran dan menjadi teladan baik di keluarga dalam membentuk karakter anak.
Pengajian DWP DIY itu dihadiri, Dewan Penasehat DWP Kota Yogyakarta Siti Hafsah atau akrab disapa Shasha Harmawan, pengurus DWP Kota Yogyakarta dan DWP DIY. Adapun pengajian DWP DIY kali ini diisi oleh Prof. drh. Agung Budiyanto yang juga guru2 besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

Ketua Dewan Penasehat DWP Kota Yogyakarta Sasha Harmawan juga mengikuti pengajian DWP DIY di Balai Kota Yogyakarta.

Ketua DWP Kota Yogyakarta Nurhayati Budi Santosa Asrori menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi anggota DWP se-DIY dalam pengajian rutin. Dalam kegiatan itu DWP Kota Yogyakarta berkesempatan untuk menyiapkan tempat dan perlengkapan untuk pengajian atau tuan rumah pengajian DWP DIY. Dia menilai pengajian kali ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi DWP Kota Yogyakarta karena dilaksanakan di Kompleks Balai Kota Yogyakarta.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap kita tidak hanya mendapatkan ilmu dan pemahaman keagamaan saja. Tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Nurhayati dalam sambutan pengajian rutin DWP DIY di Balai Kota Yogyakarta.

Ketua DWP Kota Yogyakarta Nurhayati Budi Santosa Asrori saat sambutan selaku tuan rumah pengajian DWP.

Pihaknya juga berharap  kegiatan pengajian itu bisa menjadi pemantik bagi DWP untuk terus menyelenggarakan  kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat, khususnya dalam peningkatan keimanan, mempererat silaturahmi, serta memperluas wawasan dan pengetahuan. Diharapkan ilmu yang diperoleh di pengajian itu   bermanfaat, membawa keberkahan bagi semua.
Sementara itu Ketua DWP DIY, Nurwestu Aria Nugrahadi berharap pengajian tidak hanya menambah wawasan dan pengetahuan keagamaan. Tetapi juga menjadi momentum bersama untuk melakukan introspeksi, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kualitas diri sebagai perempuan, istri, ibu, anggota masyarakat, serta sebagai bagian dari organisasi DWP. Menurutnya tema yang diangkat dalam pengajian yakni Peran Perempuan dalam Membangun Generasi Berakhlakul Karimah dengan Meneladani Rasulullah SAW relevan dengan tantangan kehidupan saat ini.

Ketua DWP DIY Nurwestu Aria Nugrahadi memberikan sambutan .

“Kita menyadari bahwa generasi yang berakhlakul karimah bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan dalam waktu singkat. Namun kita mulai sejak dini. Baik itu melalui keteladanan, pembiasaan, kasih sayang, serta lingkungan yang baik. Perempuan memiliki peran yang strategis, di dalam keluarga karena perempuan menjadi madrasah pertama bagi anak-anak. Sikap, tutur kata, kebiasaan, dan nilai-nilai yang ditanamkan seorang ibu memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter anak,” terang Nurwestu
Meski demikian dia menegaskan peran perempuan tidak hanya terbatas dalam lingkungan keluarga. Sebagai bagian dari masyarakat dan organisasi, perempuan memiliki kesempatan untuk berkontribusi positif dalam membangun lingkungan sosial yang lebih baik, beretika, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai agama. Sedangkan Rasulullah SAW telah memberikan teladan dalam membangun kehidupan yang beradab dan berakhlak mulia. Misalnya mengajarkan kejujuran, kesabaran, kasih sayang, amanah, kerendahan hati, menghormati sesama, serta memberikan manfaat kepada orang lain.

Pengajian juga diisi dengan membaca Asmaul Husna bersama-sama.

“Mari kita sebagai perempuan tidak hanya mampu menjalankan berbagai peran dengan baik, tetapi juga menjadi teladan baik di keluarga dan lingkungan sekitar. Kita jadikan DWP bukan hanya sebagai wadah untuk meningkatkan kapasitas dan kebersamaan, tetapi sebagai ruang untuk saling menguatkan dan membangun keluarga yang harmonis, generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia,” tambahnya.
Sedangkan narasumber pengajian  Prof. drh. Agung Budiyanto mengatakan perempuan muslimah hendaknya mampu menjadi sosok istri yang senantiasa menenangkan suami. Salah satunya  melalui tutur kata yang santun dan tidak menyakiti.
Ucapan yang baik dan raut wajah yang ceria saat berinteraksi dengan sesama juga merupakan sodaqoh. Dia juga mengajak  perempuan untuk meneladani sosok istri Rasulullah SAW, Siti Khadijah.

Penceramah pengajian Prof drh Agung Budiyanto 

“Perempuan juga harus menjadi pribadi yang resilience atau tangguh serta istiqomah. Menjaga sikap, adab, dan kebaikan di segala kondisi. Ibu juga menjadi contoh bagi anak-anak di rumah. Misalnya dalam membiasakan membaca Al-Qur’an, ” ucap Prof Agung.