UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta akan mengadakan kembali Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) pada tahun ini sebagai puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta. Berbeda dengan tahun sebelumnya, WJNC akan digelar di Jalan Malioboro sampai Titik Nol Kilometer pada 7 Oktober 2026. WJNC mengusung tema wayang Gana Kalajaya yang akan diikuti ribuan orang penampil. Tidak sekadar menampilkan karnaval cerita pewayangan, tapi juga pesan terkait lingkungan seperti kebersihan dan pengelolaan sampah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati mengatakan penyelenggaraan WJNC sebagai puncak HUT ke-270 Kota Yogyakarta mengangkat tema Gana Kalajaya. WJNC menampilkan pawai budaya pewayangan dari perwakilan 14 kemantren. Setiap kemantren mempunyai tema masing-masing yang saling terhubung. Semua potensi budaya ditampilkan sesuai tema wayang WJNC.

“Gana Kalajaya itu Dewa Ganesha (dalam versi wayang) yang melambangkan dewa pengetahuan, kebijaksanaan dan kecerdasan. Ini sesuai dengan brand Kota Yogyakarta juga sebagai kota pendidikan,” kata Daning saat jumpa pers terkait rangkaian kegiatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta, kemarin.

Dia menyatakan pada WJNC tahun ini juga akan memunculkan pesan terkait lingkungan seperti kebersihan, pengelolaan sampah dan daur ulang. Hal itu sesuai dengan arahan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo agar WJNC bukan hanya menjadi tontonan, tapi juga tuntunan dan tatanan bagi masyarakat.

Sementara itu Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Yurnelis Piliang menjelaskan WJNC akan diikuti sekitar  2.000 orang penampil dari perwakilan 14 kemantren di Kota Yogya, penari profesional dan dari berbagai kabupaten/kota. Tema Gana Kalajaya akan dikaitkan dengan lingkungan terutama soal kebersihan. Oleh sebab itu perwakilan 14 kemantren diimbau menggunakan properti-properti bahan daur ulang dengan kreativitas masing-masing dan sesuai tema wayang.

Penampilan WJNC tahun 2024 yang diadakan di kawasan Tugu Yogyakarta.

“Kita memang istimewanya untuk WJNC tahun ini memberikan perhatian terhadap konsep pengelolaan sampah. Kami juga sedang merancang tari-tarian itu terutama tarian pembuka dan penutup WJNC yang memberikan edukasi dan ajakan ke masyarakat untuk mengolah sampah dan menjaga kebersihan,” terang Yurnelis saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Dia menyatakan dalam kegiatan WJNC juga pengelolaan sampah diupayakan langsung dibersihkan saat acara itu selesai sehingga tidak menumpuk. Dalam pengelolaan sampah itu melibatkan antara lain Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta dan UPT Pengelolaan Cagar Budaya Yogyakarta. Saat WJNC akan disiapkan petunjuk tempat-tempat sampah terpilah. Edukasi terkait lingkungan lewat karakter wayang WJNC juga dilakukan di program Setu Sinau di Malioboro pada bulan Juli, Agustus dan September. Misalnya membuat topeng wayang gajah dari barang-barang bekas seperti kalender dan kardus bekas yang bisa didaur ulang.

“WJNC akan diberangkatkan dari DPRD DIY sampai Titik Nol Kilometer. Mereka akan performance di depan Kepatihan dan penampilan utamanya di Titik Nol Kilometer. Sesuai arahan Pak Wali, dipindah ke Malioboro itu bagian dari untuk mengurai kepadatan. Karena jalurnya akan lebih panjang, jadi lebih banyak penonton yang bisa menyaksikan dengan nyaman dan aman,” tambahnya.

Sebelumnya Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan, WJNC diadakan di sepanjang Malioboro sampai Titik Nol Kilometer agar bisa lebih dinikmati dan ditonton masyarakat dan wisatawan. Hal itu mempertimbangkan pengalaman WJNC pada tahun-tahun sebelumnya ada sekitar 40.000 lebih penonton berjubel di kawasan Tugu Yogyakarta. Pemkot Yogyakarta bersama pihak terkait akan melakukan rekayasa lalu lintas saat kegiatan WJNC. Termasuk menyiapkan kantong-kantong parkir kendaraan.

“Kita tarik lebih panjang dari teteg (rel Malioboro) sampai ke Titik Nol agar bisa dinikmati. Malioboro adalah tempat yang paling top dan interest publik. Makanya sebetulnya kami menghormati pengunjung Malioboro tidak repot-repot (saat) WJNC,” ucap Hasto.