FKY 2026 Kota Yogyakarta Resmi Dibuka, Jadi Ruang Pertemuan Tradisi dan Kreativitas Baru

Umbulharjo,REDAKSI17.COM-Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 Kota Yogyakarta resmi dibuka pada Senin (14/9/2026) sore di Taman Budaya Embung Giwangan.

Gelaran ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan. Ia pun sangat mengapresiasi acara tersebut.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur dalam penyelenggaraan FKY menunjukkan bahwa kebudayaan tidak dapat tumbuh sendiri, melainkan membutuhkan banyak pihak yang secara bersama-sama menjaga dan mengembangkannya.

“Kehadiran unsur pemerintah, legislatif, pelaku kebudayaan, pariwisata, komunitas, hingga masyarakat menunjukkan bahwa kebudayaan memang tumbuh karena ada banyak pihak yang menjaga, menghidupkan, mewariskan, sekaligus memberi ruang bagi lahirnya kreativitas baru,” ujarnya.

Wawan mengungkapkan bahwa Jogja memiliki kekuatan besar berupa kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat. Kebudayaan, menurutnya, tidak hanya dapat ditemukan dalam pertunjukan seni maupun museum, tetapi juga hadir dalam berbagai aktivitas keseharian masyarakat.

“Kebudayaan kita tidak hanya berada di panggung pertunjukan atau tersimpan di museum. Kebudayaan hidup di kampung-kampung, di ruang publik, dalam tradisi masyarakat, karya para seniman, aktivitas komunitas, hingga kebiasaan sehari-hari warga,” katanya.

Jogja memiliki kekuatan besar berupa kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat.

Karena itu, FKY dinilai memiliki arti penting bagi perkembangan kebudayaan di Kota Yogyakarta. Festival tersebut tidak hanya menjadi tempat untuk menampilkan karya seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan, generasi, tradisi dan kreativitas baru.

“Festival bukan sekadar ruang untuk menampilkan karya, tetapi juga tempat mempertemukan gagasan, generasi, tradisi, dan kreativitas baru,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan FKY 2026 Kota Yogyakarta ini digelar hingga 18 september mendatang.

Yetti mengungkapkan gelaran ini bukan sekadar ajang tontonan seni tahunan, melainkan wadah pemaknaan kebudayaan serta sarana penguatan identitas seni masyarakat Jogja.

Gelaran ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan. 

“Melalui tema ‘Aksara’ pada FKY 2026 ini, kita ingin menegaskan kembali pentingnya literasi kebudayaan serta wadah ekspresi bagi para pelaku seni di Kota Yogyakarta. Peluncuran karya tarian ‘Kridha Lelana’ hari ini juga menjadi wujud nyata komitmen Dinas Kebudayaan dalam menghidupkan ekosistem Kampung Menari hingga tingkat wilayah,” ujarnya.

FKY 2026 Kota Yogyakaarta diisi berbagai kegiatan yang menarik seperti kompetisi seni terbuka yakni lomba fotografi, lukis on the spot,, serta Mural on the spot. Selain itu juga menampilkan berbagai hiburan aksi Stand Up Comedy oleh Komunitas Stand Up Comedy UGM, dan masih banyak lagi.

Ia berharap FKY 2026 Kota Yogyakarta dapat semakin mengokohkan Yogyakarta sebagai kota kebudayaan yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing.