Sleman,REDAKSI17.COM – Pemerintah Daerah DIY memperingati Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Yonif 403 Kentungan, Sleman, Kamis (01/10). Bertindak sebagai Pembina Upacara, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kabinda DIY, Brigjen TNI Firyawan, yang diikuti Seda DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti, bersama jajaran, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemda DIY, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DIY.
Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung semangat mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus merefleksikan Pancasila sebagai dasar negara. Peringatan yang setiap tahun dipusatkan di Kentungan ini juga tidak terlepas dari nilai sejarah kawasan tersebut yang berkaitan dengan gugurnya dua Pahlawan Revolusi, Brigjen TNI Anumerta Katamso dan Kolonel Infanteri Anumerta Sugiyono.
Seusai upacara, rombongan meninjau Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan yang berada di kawasan tersebut. Monumen ini dibangun di atas lokasi ditemukannya jenazah Brigjen Katamso dan Letkol Sugiyono setelah keduanya menjadi korban penculikan dan pembunuhan pada peristiwa 1965.
Museum yang berada dalam kompleks monumen menyimpan berbagai koleksi untuk mengenalkan kembali rangkaian peristiwa tersebut. Di antaranya replika benda yang digunakan saat kejadian, dokumentasi foto, patung setengah badan, serta pakaian dinas kedua Pahlawan Revolusi.
Kompleks museum juga dilengkapi bangunan joglo yang menaungi lubang bekas tempat penguburan Brigjen Katamso dan Letkol Sugiyono. Di kawasan tersebut terdapat patung kedua pahlawan serta pagar berelief yang menggambarkan rangkaian peristiwa G30S di Yogyakarta.
Di bagian luar museum, pengunjung dapat melihat duplikat kendaraan yang digunakan untuk menculik Brigjen Katamso dan Letkol Sugiyono, serta kendaraan yang digunakan untuk membawa jenazah keduanya menuju Taman Makam Pahlawan.
Keberadaan Monumen Pahlawan Pancasila di Kentungan tidak dapat dilepaskan dari sejarah yang terjadi di kawasan tersebut. Selain menjadi lokasi ditemukannya jenazah kedua pahlawan, kawasan Kentungan juga berkaitan dengan keberadaan Markas Batalyon L yang terlibat dalam rangkaian peristiwa penculikan dan pembunuhan keduanya.
Karena latar belakang sejarah tersebut, Lapangan Kentungan dipilih sebagai lokasi Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat DIY. Monumen dan museum di kawasan ini juga menjadi bagian dari upaya merawat ingatan sejarah sekaligus memberikan pembelajaran kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Peristiwa yang kemudian dikenang melalui monumen tersebut terjadi pada 1 Oktober 1965. Sekitar pukul 17.00, Brigjen Katamso diculik oleh sekelompok pasukan TNI AD yang telah terpengaruh Gerakan 30 September dari kediaman dinasnya dan dibawa menuju Kentungan.
Pada hari yang sama, Letkol Sugiyono yang sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Pekalongan mendengar kabar mengenai keberadaan Brigjen Katamso di Kentungan. Ia kemudian kembali ke Yogyakarta, tetapi setibanya di Markas Korem 072 justru dikepung, ditawan, dan dibawa ke Kentungan.
Di lokasi tersebut, Brigjen Katamso dan Letkol Sugiyono kemudian dibunuh. Jenazah keduanya dimasukkan ke dalam sebuah sumur dan ditutupi dengan pohon pisang serta ubi untuk menyamarkan keberadaannya.
Setelah 21 hari, jenazah kedua Pahlawan Revolusi ditemukan dan kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Letkol Sugiyono dan Brigjen Katamso kemudian dikenang sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa, dengan keduanya dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 5 Oktober 1965.
Humas Pemda DIY




