Guntur juga melontarkan kritik terhadap posisi Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran dalam perjalanan pemerintahan saat ini. Melalui unggahan di akun X, ia menyebut keduanya justru menjadi beban bagi Prabowo.
“Dua tahun Prabowo-Gibran, Karhutla, MBG, KDMP, Jokowi dan Gibran sendiri yang jadi beban,” tulis Guntur Romly di akun X, dikutip Rabu (21/10/2026).
Menurut Guntur, memasuki dua tahun masa pemerintahan, berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia tidak bisa diabaikan begitu saja. Ia menegaskan bahwa situasi nasional perlu dievaluasi secara menyeluruh, bukan sekadar disampaikan dalam laporan yang menyenangkan pihak penguasa.
“Dua tahun Prabowo-Gibran, dan kondisi kita jelas tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Ia turut menyinggung sikap PDIP dalam menanggapi evaluasi pemerintahan. Guntur menyebut partainya menolak evaluasi yang hanya berorientasi menyenangkan penguasa, sebagaimana disampaikan melalui Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat.
“PDI Perjuangan, lewat Ketua DPP Bapak Djarot Saiful Hidayat, menolak evaluasi yg sekadar menyenangkan penguasa,” lanjut dia.
Guntur kemudian merinci sejumlah persoalan yang menurutnya perlu menjadi perhatian, mulai dari karhutla, pelaksanaan program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga persoalan ekonomi dan pengangguran. Ia juga menyoroti pergerakan Indeks Harga  Saham Gabungan (IHSG) yang jeblok serta nilai tukar dolar yang terus meningkat.
Selain persoalan ekonomi dan program pemerintah, Guntur kembali menekankan kritiknya terhadap Jokowi dan Gibran yang dinilainya menjadi beban bagi Prabowo.
“Dari soal kebakaran hutan dan lahan. MBG, KDMP, masalah ekonomi, pengangguran, IHSG jeblok, dolar terus meroket, hingga beban Jokowo dan Gibran bagi Prabowo,” pungkasnya.








