Beranda / Daerah / Sri Sultan: Pembangunan Makodam Mataram Wajib Sesuai Aturan

Sri Sultan: Pembangunan Makodam Mataram Wajib Sesuai Aturan

Sri Sultan: Pembangunan Makodam Mataram Wajib Sesuai Aturan

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Rencana pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XXVI/Mataram di Godean, Kabupaten Sleman, masih memerlukan survei lokasi, perencanaan, dan penyelesaian administrasi penggunaan lahan. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, rencana tersebut harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah kalurahan.

Penegasan itu disampaikan Sri Sultan saat ditemui usai menerima silaturahmi Pangdam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga bersama Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (27/10).

“Ya enggak ada masalah. Tapi itu tetap proses administrasinya harus. Itu saja,� ujar Sri Sultan menanggapi rencana pemanfaatan lahan untuk pembangunan Makodam.

Ia menjelaskan, penggunaan lahan harus mengikuti mekanisme yang berlaku melalui pemerintah kabupaten dan kalurahan sesuai kewenangannya.

“Ada aturannya. Ya sama dengan Polda, sama prosesnya. Lewat kabupaten, kalurahan, kan gitu, sama,� tegasnya.

Sementara itu, Pangdam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga mengatakan, Godean direncanakan menjadi lokasi pembangunan Makodam dengan kebutuhan lahan sekitar sembilan hektare. Kawasan tersebut direncanakan untuk kompleks markas komando, badan pelaksana (Balak), serta sebagian fasilitas perumahan.

Menurut Yoga, rencana pembangunan masih memerlukan survei dan penyusunan perencanaan. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah kalurahan juga akan dilakukan sebelum tahapan berikutnya dilanjutkan.

“Memang harus disurvei dulu, nanti dilihat, dibuat perencanaan dan lain-lain. Tentunya nanti lapor Ngarsa Dalem juga,� kata Yoga.

Setelah tahapan persiapan lebih jelas, pihaknya akan membahas perkembangan rencana tersebut di tingkat pusat dan melaporkannya kepada Menteri Pertahanan. Karena itu, jadwal pembangunan belum dapat dipastikan.

Yoga menjelaskan, kunjungannya kepada Sri Sultan merupakan bagian dari silaturahmi sekaligus upaya memohon arahan dalam menjalankan tugas di DIY. Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendukung kepentingan masyarakat.

“Saya di sini bertugas untuk membantu Ngarsa Dalem, membantu Pemda DIY. Jadi kita wajib bersilaturahmi, wajib menghadap Beliau, memohon arahan, bimbingan, apa yang mesti saya laksanakan di sini. Tentunya supaya untuk kebaikan masyarakat secara keseluruhan,� ujarnya.

Untuk sementara, Pangdam beserta jajaran masih menggunakan fasilitas di Makorem 072/Pamungkas. Penataan organisasi dan pemenuhan personel Kodam XXVI/Mataram akan berlangsung secara bertahap sesuai kebutuhan satuan.

Kodam XXVI/Mataram merupakan satu dari enam kodam baru yang diresmikan pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 TNI. Wilayah tugas Kodam XXVI/Mataram direncanakan mencakup 10 Komando Distrik Militer (Kodim) di wilayah DIY serta Wonogiri dan Klaten. Penataan satuan dan alih komando pengendalian dilakukan sesuai kebijakan organisasi TNI.

Selain membahas rencana pembangunan Makodam, Pangdam juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas DIY menjelang rencana aksi demonstrasi. Ia menyatakan TNI akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian agar penyampaian aspirasi berlangsung damai. Sri Sultan juga mengingatkan agar demonstrasi tidak berujung pada tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas.

Rencana pembangunan Makodam XXVI/Mataram di Godean masih menunggu penyelesaian survei, perencanaan, dan administrasi penggunaan lahan. Seluruh tahapan perlu berjalan sesuai ketentuan, dengan koordinasi antarpihak tetap terjaga demi mendukung kepentingan masyarakat dan kondusivitas DIY.

Humas Pemda DI

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *