Jatim,REDAKSI17.COM – Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (PD AMPG) Jawa Timur kembali menunjukkan kiprahnya dalam penguatan kaderisasi dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) I PD AMPG se-Kabupaten/Kota pada 5–6 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi catatan tersendiri karena Diklatda I secara serentak se-Kabupaten/Kota ini disebut sebagai yang pertama diselenggarakan di tingkat nasional. Agenda tersebut merupakan tindak lanjut atas amanah DPD Partai Golkar Jawa Timur dan PP AMPG dalam memperkuat kualitas kader muda partai.
Diklatda tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan rutin organisasi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan kader yang memiliki integritas, kapasitas kepemimpinan, kompetensi politik, serta kemampuan teknokratik. Bekal tersebut dinilai penting agar kader muda mampu berkontribusi menghadapi dinamika politik sekaligus tantangan pembangunan nasional.
Ketua PD AMPG Jawa Timur Muhammad Adiel Kanantha mengatakan, Jawa Timur terus berupaya mengambil peran sebagai salah satu motor penggerak AMPG di tingkat nasional. Hal itu, menurutnya, tercermin dari konsistensi agenda kaderisasi yang telah dijalankan.
Mulai dari pelantikan, pendidikan dan pelatihan tingkat provinsi, hingga penyelenggaraan Diklatda di seluruh Kabupaten/Kota, AMPG Jawa Timur berupaya menghadirkan terobosan dalam penguatan organisasi.
“AMPG Jawa Timur menjadi ikon penggerak AMPG se-Provinsi. Mulai dari pelantikan, diklat se-Provinsi pertama, sampai sekarang Diklatda se-Kabupaten/Kota pertama di Indonesia,” ujar Adiel yang juga anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Jumat, 4 September 2026.
Menurut Adiel, pelaksanaan Diklatda I juga dirancang dengan mempertimbangkan karakter generasi muda saat ini, terutama Generasi Z. Karena itu, pendekatan pendidikan politik yang digunakan tidak lagi mengandalkan metode yang kaku dan satu arah.
Para peserta akan mendapatkan ruang untuk berdiskusi serta mengikuti proses pembelajaran secara lebih inklusif. Dengan metode tersebut, materi politik diharapkan dapat disampaikan secara substantif namun tetap dekat dengan pola belajar generasi muda.
“Pola pendidikan politik dikemas secara inklusif dengan ruang diskusi dan pembelajaran yang diharapkan tidak kaku, tetapi tetap substantif. Pesannya jelas, pendidikan politik bagi anak muda tidak harus berlangsung dengan cara-cara lama,” tegasnya.
Adiel menilai pendekatan tersebut penting agar kader muda Partai Golkar tidak berhenti pada pemahaman politik secara teoritis. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu mengembangkan kepemimpinan serta berbagai kompetensi yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan politik dan pembangunan pada masa mendatang.
Suasana pembelajaran juga diharapkan dapat membuat peserta memperoleh pendidikan politik yang berkualitas dengan cara yang lebih terbuka, menyenangkan, dan sesuai dengan karakter generasi mereka.
Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari penerjemahan semangat DPD Partai Golkar Jawa Timur, yakni “Asyik, Menuju Puncak!”. Semangat itu diwujudkan melalui pola kaderisasi yang dinilai lebih adaptif terhadap perkembangan dan kebutuhan anak muda.
Penyelenggaraan Diklatda I se-Kabupaten/Kota ini merupakan kelanjutan dari proses penguatan organisasi yang telah dilakukan PD AMPG Jawa Timur sebelumnya. Pada 8 November 2025, organisasi tersebut lebih dulu mencatat momentum penting melalui pelantikan serta pendidikan dan pelatihan se-Provinsi Jawa Timur yang juga disebut sebagai yang pertama secara nasional langsung oleh Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi bersama Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al-Idrus beserta jajaran. Sejumlah tokoh turut hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak serta sejumlah tokoh politik Jawa Timur dari berbagai partai.
Setelah menorehkan capaian melalui pelantikan dan pendidikan tingkat provinsi, PD AMPG Jawa Timur kembali membuat langkah baru di tingkat nasional melalui penyelenggaraan Diklatda I se-Kabupaten/Kota.
Agenda tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat struktur organisasi AMPG di Jawa Timur, tetapi juga meningkatkan kualitas kader di seluruh wilayah. Kaderisasi pun diarahkan menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu mengambil peran lebih besar di Partai Golkar.
Lebih jauh, pelaksanaan Diklatda I menunjukkan komitmen AMPG Jawa Timur untuk menjadikan kader muda sebagai salah satu kekuatan utama dalam proses regenerasi politik Partai Golkar. Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan adaptif, kaderisasi diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kapasitas sekaligus kesiapan menghadapi tantangan politik ke depan.


