Sleman,REDAKSI17.COM – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menghadiri Upacara Dies Natalis ke-62 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Kamis (21/05). Mengangkat tema ‘Optimalisasi Prestasi Mewujudkan UNY Berdampak’, upacara dies natalis ini berlangsung di Auditorium UNY.
Dalam kesempatan kali ini, mewakili Mendiktisaintek RI, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Beny Bandanadjaja mengungkapkan, tema yang diusung pada peringatan tahun ini, bukan sekadar pemanis retorika belaka. Tema ini merupakan sebuah penegasan komitmen yang sangat kuat, sangat kontekstual, dan selaras dengan arah transformasi makro pendidikan tinggi nasional yang sedang digulirkan bersama.
“Hari ini kita berada pada sebuah era di mana barometer keberhasilan perguruan tinggi telah bergeser secara fundamental. Kita tidak bisa lagi cepat berpuas diri hanya dengan berbicara tentang keunggulan administratif, seperti raihan akreditasi, kuantitas publikasi atau sekadar reputasi kelembagaan di atas kertas,” kata Beny yang hadir secara daring.
Beny menyebut, perguruan tinggi Indonesia zaman baru ini dituntut untuk menjelma menjadi institusi yang benar-benar berdampak. Artinya setiap derap langkah akademik harus mampu memberikan kemanfaatan konkrit bagi masyarakat; menjadi katalisator bagi industry; menjadi hulu dari pengembangan sains teknologi; menjadi motor penggerak pembangunan daerah; dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan daya saing bangsa di kancah global.
Oleh karena itu, Kemdiktisaintek pun terus menggaungkan dan mendorong transformasi melalui visi Diktisaintek Berdampak. Sebuah peta jalan yang diarahkan untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi yang senantiasa relevan secara adaptif terhadap dinamika perkembangan zaman dan kebutuhan industri modern, kemudian inovatif dalam melahirkan solusi-solusi aplikatif atas berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat, serta bermanfaat secara inklusif guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas rakyat.
“Dalam koridor pemikiran inilah arti sebuah prestasi mengalami redefinisi. Prestasi tidak boleh lagi dimaknai secara sempit sebagai capaian individual egois atas kebanggaan institusional yang menjadi menara gading. Prestasi yang sejati adalah sejauh mana capaian tersebut mampu menciptakan perubahan yang nyata, menghadirkan efisiensi, dan melahirkan nilai tambah yang transformatif bagi bangsa dan negara,” jelas Beny.
Sebagai salah satu pilar utama perguruan tinggi kependidikan LPTK ternama di Indonesia, Beny menegaskan bahwa Universitas Negeri Yogyakarta memegang posisi yang sangat strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul. UNY adalah rahim tempat lahirnya para pendidik yang tangguh, tenaga profesional, inovator, dan pemimpin bangsa di masa depan.
“Kementerian mencatat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kontribusi nyata yang selama ini yang telah ditunjukkan UNY dalam berbagai hal dan lini. Di antaranya, penyelenggaraan transformasi pembelajaran yang modern dan inklusif; pengembangan riset inovatif di bidang olahraga sport science serta penguatan pendidikan vokasi; pelaksanaan pengabdian masyarakat yang berbasis pada penyelesaian masalah lokal; serta tradisi ukiran prestasi mahasiswa yang konsisten baik di level nasional maupun internasional,” ujar Beny.
Dikatakan Beny, rekam jejak emas tersebut sangat sejalan dengan 5 pilar kebijakan prioritas kementerian saat ini. Pertama, transformasi pembelajaran yang fleksibel dan adaptif. Kedua, penguatan relevansi lulusan dengan dunia kerja dan industri. Ketiga, hilirisasi riset dan inovasi yang berdampak langsung. Keempat, internasionalisasi perguruan tinggi dan kelima, yakni penguatan karakter serta kepemimpinan mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa.
Lebih lanjut, Beny turut menekankan bahwa tantangan bangsa di depan mata tidaklah ringan. Bangsa sedang menavigasi kapal besar indonesia di tengah badai transformasi digital yang masih urgensi transisi energi hijau; optimalisasi bonus demografi; pergeseran landscape bursa kerja; hingga kompetisi geopolitik global yang semakin ketat.
“Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, perguruan tinggi tidak boleh menjadi penonton pasif. Perguruan tinggi harus hadir sebagai soko guru, tiang penyangga utama yang kokoh, pusat penyedia solusi atau problem solver, sekaligus menjadi inkubator utama pengembangan talenta unggul nasional. Menyikapi hal tersebut, dalam momentum Dies Natalis ke-62 ini, saya mengajak seluruh keluarga besar Universitas Negeri Yogyakarta untuk memperkuat tiga pilar strategis kelembagaan,” tegas Beny.
Pilar yang pertama, yaitu memperkuat budaya prestasi yang berdampak. Dalam hal ini utamanya menghilangkan sekat-sekat menara gading akademik dan memastikan setiap riset dosen, setiap karya inovasi mahasiswa, dan setiap kebijakan institusi diorientasikan untuk menjawab persoalan real di bidang pendidikan sosial, ekonomi, dan teknologi masyarakat.
“Kedua, memperkuat kolaborasi lintas sektor. Di era disrupsi tidak ada lagi ruang untuk kesendirian. Perlu kolaborasi pentahelix antara perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, kemudian pemerintah daerah, komunitas, sekolah-sekolah serta mitra internasional. Ini adalah kunci mutlak untuk dapat melipatgandakan dampak,” sebut Beny.
Terakhir, pilar ketiga adalah memperkuat inovasi pembelajaran sepanjang hayat. Di mana kurikulum dan metode pengajaran harus terus diperbaharui agar mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, melainkan memiliki kelincahan berpikir, cognitive flexibility, kreativitas tanpa batas, karakter yang kokoh serta memiliki mentalitas pembelajar sepanjang hayat.
“Kami di kementerian memiliki keyakinan penuh bahwa Universitas Negeri Yogyakarta memiliki kapasitas yang mumpuni, rekam jejak pengalaman yang matang, dan modal sosial intelektual yang sangat kaya untuk terus berada di garis depan sebagai motor penggerak transformasi pendidikan tinggi Indonesia. Khususnya dalam mencetak SDM kependidikan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi memiliki integritas moral yang paripurna. Selamat Dies Natalis ke-62 Universitas Negeri Yogyakarta. Semoga UNY semakin maju dan senantiasa meluaskan dampak bagi kejayaan ibu pertiwi,” pungkas Beny.
Sementara itu, Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO. menyampaikan, menandai hari jadinya yang ke-62, UNY menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi nyata bagi masyarakat, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), UNY berfokus pada penguatan sinergi wilayah dan pengembangan karakter berbasis kearifan lokal.
Rektor UNY ini pun mengutarakan, dalam menjalankan roda institusi, UNY senantiasa selaras dengan arahan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X yang sekaligus menjabat sebagai Majelis Wali Amanat (MWA) UNY. Salah satu fokus utama UNY ke depan adalah menjaga, melestarikan, dan mengoptimalkan konsep 4K, yaitu hubungan sinergis antara Keraton, Kampus, Kantor, dan Kampung.
“Dalam membina kampung di Daerah Istimewa Yogyakarta ini, setidaknya setiap kabupaten kita sampel menjadi laboratorium UNY. Untuk apa? Meningkatkan kesejahteraan. Dawuh Pak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk UNY, di samping fokus utama pengembangan pendidikan, tetapi juga kemasyarakatan. Supaya warga Yogyakarta ini ayem-ayem tentrem tinggal di wilayah masing-masing,” terang Sumaryanto saat ditemui usai upacara dies natalis.
Meski demikian, jangkauan kontribusi UNY dipastikan tetap meluas hingga skala NKRI dan kemitraan global dengan perguruan tinggi sedunia. Selain itu, menjawab tantangan inovasi dalam meningkatkan prestasi mahasiswa, Sumaryanto menekankan prinsip bahwa seorang juara dibentuk melalui proses yang matang, bukan sekadar lahir secara instan.
Untuk itu, UNY menggalakkan program talent scouting atau pemanduan bakat sejak awal. Mahasiswa yang memiliki potensi dan prestasi akan mendapatkan pendampingan khusus agar kemampuan bertanding mereka terus meningkat. Targetnya, mahasiswa yang semula berprestasi di tingkat provinsi dapat naik kelas ke tingkat wilayah, nasional, bahkan internasional setelah menempuh pendidikan di UNY.
Menutup keterangannya, Sumaryanto mengutarakan harapan besar bagi masa depan universitas yang dipimpinnya tersebut. “Harapannya UNY terus melejit, jaya lembaganya, dan sejahtera warganya,” tegasnya.
Humas Pemda DIY


