Beranda / Daerah / DIY Raih Sertifikat Eliminasi Malaria

DIY Raih Sertifikat Eliminasi Malaria

Jakarta,REDAKSI17.COM – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, mewakili Gubernur DIY menerima sertifikat eliminasi malaria dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin diwakili oleh Wakil Menteri Kesehatan I, Dante Saksono Harbuwono pada Selasa (28/07) di Gedung Prof. dr. Sujudi, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan. Sertifikat eliminasi tersebut diberikan pada dua provinsi (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Sumatera Selatan) dan tujuh kabupaten/kota (Kabupaten Langkat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kabupaten Bintan) sebagai bagian dari Puncak Peringatan Hari Malaria Sedunia Tahun 2026. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tersebut berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan daerah eliminasi malaria.

Dante menyampaikan bahwa malaria merupakan penyakit fatal yang bisa menyebabkan kematian. Pada tahun 2024, secara global tercatat 282.610.000 kematian karena malaria. Di Indonesia sendiri, pada tahun 2025 terdapat 700.000 kasus malaria dengan 120 kematian. Ini berarti bahwa setiap tiga hari terdapat satu kematian oleh penyakit malaria. Karena itulah, malaria merupakan persoalan serius yang harus segera ditangani.

“Pemerintah menetapkan Peta Jalan Eliminasi Malaria 2025-2045, nanti goal-nya ada di 2030 bahwa kita akan bebas malaria,” ungkap Wakil Menteri Kesehatan I tersebut. Ia menyebutkan bahwa sebagai bentuk komitmen untuk penanganan malaria beberapa langkah yang telah dilakukan untuk menangani malaria. Di antaranya yaitu Program Token (Temukan, Obati, dan Kendalikan Faktor Risiko), pemberian obat massal di daerah endemi, TDA (Targeted Drug Administration), dan Intermittent Preventive Treatment (IPT).

”Saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya terhadap komitmen yang dicapai oleh para gubernur, kepala daerah, tenaga kesehatan yang tadi baru saja mencapai penghargaan yang tinggi terhadap komitmen untuk memberantas malaria di tempatnya masing-masing,” ungkapnya. Dante berharap di tahun 2030, Indonesia sudah terbebas dari malaria.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni menyebutkan bahwa hingga Juli 2026 Indonesia telah mencatat 346.866 kasus malaria, namun capaian eliminasi juga menunjukkan kemajuan dengan 414 kabupaten/kota atau sekitar 94,1% dari target keseluruhan tahun 2026 telah berhasil mencapai eliminasi malaria. Hal ini merupakan bukti bahwa upaya eliminasi malaria terus bergerak ke arah yang positif.

Pada kesempatan yang sama, Sukasih, A.Md, Kes, tenaga kesehatan dari Puskesmas Girimulyo II Kulon Progo berhasil meraih Juara Kedua Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria Tahun 2026. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena telah berhasil menjadi juara sebagai wakil DIY.

“Kita sebagai daerah yang tadi sudah menerima sertifikat eliminasi malaria, kita harus tetap melakukan pertahanan, ya, bahwa eliminasi (malaria) harus kita pertahankan,” ucap Sukasih. Sementara itu, Juara Pertama diraih oleh Leni Apriana, STr.Kes dari Provinsi Lampung dan Juara Ketiga yaitu Merry Kurniya Ningsih dari Provinsi Sumatera Selatan.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *