Dodolan Kampung Minggiran Expo #2 Jadi Ruang Gerakkan Potensi Warga dan UMKM

Mantrijeron,REDAKSI17.COM-Dodolan Kampung Minggiran Expo #2 kembali digelar sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan sekaligus memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Kampung Minggiran, Kelurahan Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, (26/9/2026) ersebut menjadi wadah bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat secara lebih luas.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menekankan bahwa kekuatan Kota Yogyakarta tidak hanya dibangun melalui program-program pemerintah, tetapi juga tumbuh dari berbagai potensi yang ada di tingkat kampung.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan saat menghadiri acara tersebut.

Menurutnya, kampung menjadi salah satu kekuatan penting Kota Yogyakarta karena di dalamnya terdapat masyarakat yang saling mengenal, kelompok masyarakat, pelaku usaha, komunitas, kegiatan sosial dan budaya, serta semangat gotong royong yang terus dijaga.

 

“Kota Yogyakarta dibangun bukan hanya dari program pemerintah. Kekuatan Yogyakarta justru banyak kita temukan di tingkat kampung,” kata Wawan.

Ia menilai, penyelenggaraan kegiatan seperti Dodolan Kampung Minggiran Expo tidak semata-mata dilihat dari kemeriahan acara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus mampu menjadi ruang untuk menggerakkan berbagai potensi yang dimiliki warga.

Wawan menyebut, UMKM yang mengikuti expo tersebut mungkin sebagian masih menjalankan usaha dengan skala sederhana. Namun, dengan adanya pendampingan yang berkelanjutan, kemauan untuk terus belajar, serta semakin terbukanya kesempatan bertemu dengan pasar, usaha-usaha tersebut dinilai memiliki peluang untuk terus tumbuh dan berkembang.

“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu ruang yang penting karena pelaku UMKM dapat memperkenalkan produknya kepada lebih banyak orang, bertemu dengan pelanggan baru, sekaligus membangun jejaring,” ujarnya.

Menurut Wawan, kesempatan untuk memperkenalkan produk, mendapatkan pelanggan baru, dan membangun jaringan usaha merupakan bagian penting dalam proses pengembangan UMKM.

Hal tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi dari kesempatan-kesempatan seperti itulah sebuah usaha dapat semakin berkembang dan dikenal masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat yang hadir dalam expo tidak hanya datang untuk melihat berbagai produk yang ditampilkan. Masyarakat diharapkan turut memberikan dukungan secara langsung dengan membeli produk-produk UMKM milik warga.

“Kalau ada produk warga yang menarik, mari kita beli. Kalau ada makanan yang enak, mari kita coba. Kalau ada produk yang bagus, mari kita rekomendasikan kepada keluarga dan teman,” ajaknya.

Wawan menegaskan bahwa membeli produk UMKM dan membantu mengenalkannya kepada orang lain merupakan salah satu bentuk dukungan nyata masyarakat terhadap keberlangsungan usaha warga.

Ia juga melihat pelaksanaan Dodolan Kampung Minggiran Expo #2 menunjukkan besarnya peran masyarakat dalam menggerakkan potensi yang ada di kampung.

Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui pendampingan maupun membuka akses bagi masyarakat. Namun, kekuatan utama dalam mengembangkan potensi kampung tetap berada di tangan masyarakat itu sendiri.

Karena itu, Wawan berharap Dodolan Kampung Minggiran Expo tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun kedua ini.

“Yang terpenting bukan selalu membuat kegiatan yang besar, tetapi bagaimana kita terus bergerak dan konsisten menghidupkan potensi kampung,” ungkapnya.

Kemeriahan cara Dodolan Kampung Minggiran Expo #2 

Sementara itu Ketua Panitia Acara, Narto, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai potensi yang dimiliki, khususnya di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta potensi warga Kampung Minggiran.

“Minggiran Expo #2 ini menjadi momentum bagi warga untuk menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki sekaligus memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat yang lebih luas,” kata Narto.

Kegiatan ini dipusatkan di Jalan Minggiran, sebelah barat Lumbung Cemara hingga perempatan Makam Ngrau, yang berada di wilayah RT 53 RW 15 dan RW 17.

“Kami berharap acara ini dapat menjadi ruang kebersamaan bagi warga sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM dan masyarakat untuk memperkenalkan potensi Kampung Minggiran,” ujar Narto.

Acara berlangsung dalam dua sesi, yakni sesi sore dan malam. Sesi sore dimulai dengan penampilan Barongsai, kemudian dilanjutkan pembukaan dan sambutan Ketua Panitia.

Suasana semakin meriah dengan berbagai pertunjukan seni dari warga, di antaranya Tarian Bajidor Kahot, Tarian Sekar Gongseng, Dance Kreasi, Tari Ampar-Ampar Pisang, Tari Buto Galak, Tarian Suko Parisuko, Tari Batok, Bollywood India Tinak Tin Tana, hingga Tari Sembagi Arutala.

Beragam kesenian dan penampilan warga kemudian kembali disuguhkan, seperti Panembromo, Angguk Jos, Krido Lelono, Linedance, Gerak dan Lagu, Linedance Goyang Menyala, serta Lane Dance..

Puncak hiburan malam semakin semarak dengan penampilan dua guest star, yakni Douja Band dan Kanca Kenthel. Masing-masing dijadwalkan tampil selama sekitar satu jam, sebelum acara ditutup dengan flashmob bersama.