
PAKUALAMAN,REDAKSI17.COM — Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Universitas Islam Indonesia (UII) tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat menghadiri pengukuhan pengurus HIPMI PT UII periode 2027–2028, yang berlangsung di Fortuna Suite Hotel Yogyakarta, Jumat (25/9).

Dalam kesempatan tersebut, Wawan menekankan pentingnya kerja nyata setelah proses pelantikan. Menurut Wawan, kepengurusan HIPMI PT UII yang beranggotakan 71 pengurus tersebut memiliki waktu yang relatif singkat untuk membuktikan kontribusinya. Karena itu, Wawan berharap program kerja yang disusun tidak berhenti pada seremoni organisasi.
“Harapan saya, yang paling penting adalah konkretnya kegiatannya apa. Bukan hanya pelantikan yang meriah, tetapi justru kerja kalian yang kami tunggu di kantor ini. Satu tahun itu tidak lama, sangat pendek,” jelas Wawan.
Ia mengatakan, Pemkot Yogyakarta pada prinsipnya terbuka terhadap potensi kolaborasi dengan HIPMI, baik di tingkat perguruan tinggi, HIPMI Kota Yogyakarta maupun HIPMI DIY.
Pihaknya mendorong HIPMI PT UII memanfaatkan ekosistem perguruan tinggi sebagai laboratorium untuk menciptakan dan mengembangkan pengusaha-pengusaha muda baru. “Karena kalian sudah menjadi bagian dari HIPMI PT, paling tidak 71 orang ini bisa menjadi start-up atau sudah memiliki usaha. Ini yang menjadi tantangan. Harus ada sinergi dengan isu-isu yang konkret di perguruan tinggi,” katanya.
Ia juga mendorong HIPMI PT UII menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi lain di Yogyakarta untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat melengkapi berbagai upaya kampus dalam menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang tangguh.
“Jangan hanya berkumpul dan bersenang-senang. Ada waktunya untuk bersenang-senang, tetapi dalam situasi ekonomi seperti sekarang, HIPMI PT bisa menjadi stimulan untuk ekonomi lokal. Mulai dari membentuk pengusaha-pengusaha baru, itu yang paling penting,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum BPD HIPMI DIY, Roviandi Deska Putra mengatakan, perkembangan HIPMI PT di Yogyakarta menunjukkan potensi yang cukup besar. Saat ini terdapat sekitar 14 perguruan tinggi yang telah atau akan mendeklarasikan HIPMI PT.
Menurut Roviandi, pertumbuhan HIPMI PT tersebut menunjukkan besarnya potensi generasi muda di lingkungan perguruan tinggi untuk terjun ke dunia kewirausahaan.
“Tagline HIPMI adalah pengusaha pejuang, pejuang pengusaha. Kita sebagai wirausaha muda ke depan berjuang untuk membuka lapangan kerja, membayar pajak, meningkatkan PAD untuk daerah dan pendapatan negara. Itulah perjuangan kita,” ungkapnya.
Selanjutnya, Ketua Umum HIPMI PT UII periode 2027–2028, Damara Al Bany, mengatakan kepengurusan yang dipimpinnya akan diarahkan menjadi ruang untuk belajar dan bertumbuh bersama.
Ia mengajak seluruh pengurus menjadikan perbedaan latar belakang, bidang usaha, dan cara berpikir sebagai kekuatan organisasi. “Kolaborasi tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari kemampuan untuk menyatukan perbedaan menjadi tujuan yang sama,” jelasnya.


