
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Gelaran Festival Nasional Campursari Gunungkidul Tahun 2026 akhirnya sampai di puncaknya. Memasuki malam ketiga pelaksanaan pada 30 September 2026, acara panggung budaya ini resmi ditutup dengan penuh kehangatan dan kemeriahan.

Sebelumnya, selama dua malam berturut-turut pada 28–29 September, panggung festival telah digoyang oleh penampilan dari 13 grup campursari yang sukses menghibur para pecinta seni dan masyarakat umum.
Festival bergengsi ini bukan sekadar panggung hiburan biasa. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul.
Dengan mengusung tema “Gayeng Guyub, Waras Ragane Ayem Atine”, festival ini menyampaikan pesan mendalam agar warga Gunungkidul terus bersatu (nyawiji), menjaga kesehatan jasmani, serta meraih ketenteraman jiwa dan pikiran melalui seni kebudayaan.
Malam penutupan berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran tokoh penting daerah. Hadir secara langsung Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, jajaran Forkopimda (termasuk Kodim, Kejaksaan Negeri, Polres, dan Pengadilan), Sekretaris Daerah, hingga para panewu se-Kabupaten Gunungkidul.
Selain itu, hadir pula jajaran pimpinan BUMD, Ketua Dewan Kebudayaan, para seniman, peserta festival, serta keluarga besar (brayat ageng) almarhum Bapak Manthous, sosok maestro legenda yang sangat berjasa dalam dunia campursari.

Dalam pidato sambutannya, Bupati Gunungkidul memberikan apresiasi tinggi atas rasa handarbeni (rasa memiliki) yang ditunjukkan oleh masyarakat dan para seniman terhadap kelestarian seni campursari.
Bupati memberikan penghormatan khusus bagi almarhum Bapak Manthous atas warisan mahakaryanya. Menurutnya, almarhum tidak hanya memajukan musik tradisi, tetapi juga berhasil menaikkan derajat musik campursari hingga dikenal luas dan dicintai oleh seluruh lapisan masyarakat.
Bupati juga mengutip pesan bersejarah dari Bung Karno, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang berkepribadian di dalam kebudayaan”. Bupati mengingatkan agar masyarakat jangan sekali-kali meninggalkan akar kebudayaan sendiri, karena melestarikan campursari adalah langkah nyata memperkuat kepribadian bangsa.
Sebelum mengakhiri sambutan, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kundha Kabudayan (Dinas Kebudayaan), jajaran panitia, seluruh grup peserta, serta para seniman yang telah mencurahkan karyanya.

Gelaran Festival Nasional Campursari Gunungkidul 2026 secara resmi ditutup dengan pengucapan Alhamdulillahirabbil’alamin. Gemuruh tepuk tangan meriah dari hadirin dan penonton pun menyempurnakan malam penutupan pesta budaya ini.



