Gus Yahya Cholil Staquf, Jenengan Pendekar Saestu
Belajar dari Gus Yahya Cholil Staquf itu seperti diingatkan kembali tentang arti keanggunan dalam berpolitik dan berorganisasi. Beliau mengajarkan bahwa jabatan sama sekali tidak perlu diperjuangkan mati-matian, apalagi sampai mengorbankan integritas. Bahkan ketika harus kalah dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU sekalipun, beliau tetap tenang, tidak menjelekkan lawan, dan tidak menyalahkan siapa pun. Bagi beliau, kalah dengan kepala tegak jauh lebih terhormat daripada menang tapi harus membengkokkan nilai-nilai kebenaran. Yang paling membekas adalah seni perlawanannya, menghadapi segala bentuk serangan justru dengan “tidak melawan”. Tanpa drama, tanpa caci maki, dan selalu mengedepankan adab serta ketenangan kelas tinggi.
Di balik gayanya yang tenang, Gus Yahya ini sebenarnya paket komplit. Beliau punya visi masa depan yang sangat tajam dan melompat jauh ke depan, didukung dengan jaringan global yang luar biasa luas. Namun, sebesar apa pun kelasnya di panggung dunia, karakternya tetap merdeka, tidak bisa didekte oleh kepentingan sempit dan tidak pernah silau oleh kilau kekuasaan. Ada independensi pemikiran yang bikin siapa pun segan, tapi di saat yang sama tetap merangkul dengan kehangatan khas santri.
Yang paling keren, sedalam apa pun beliau menyelami peradaban dan pendidikan modern, akar keislamannya tidak pernah tercabut dari bumi pesantren. Gus Yahya berhasil membuktikan bahwa kita bisa menjadi sosok yang sangat modern, rasional, dan mendunia tanpa perlu kehilangan identitas serta ketawaduan seorang santri. Dari beliau kita belajar “menjadi kuat itu tidak harus bising, dan menjadi besar itu dimulai dari menjaga adab.”
Terima kasih banyak, Gus Yahya, atas segala dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin PBNU periode 2022-2026. Selamat kembali ke pangkuan pesantren, kembali mengasuh dan menemani masyarakat pelosok kampung dalam kehangatan ngaji rutin Selasa dan Jumat pagi. Doa dan harapan terbaik selalu menyertai langkah panjenengan, semoga senantiasa dianugerahi kesehatan, keberkahan umur, serta terus menjadi sumur keilmuan dan keteladanan yang tak pernah kering bagi umat dan bangsa





