Teheran, Beritasatu.com – Iran dikabarkan tengah mempertimbangkan kemungkinan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Eropa jika Presiden AS Donald Trump memutuskan meningkatkan eskalasi konflik.
Menurut laporan Financial Times, sumber yang dekat dengan pemerintah Iran menyebut sejumlah pangkalan militer di Eropa sebagai target potensial. Salah satunya adalah pangkalan udara Inggris di Siprus yang sebelumnya menjadi sasaran serangan drone pada Maret lalu.
Selain itu, sejumlah negara di Eropa tenggara juga masuk dalam pertimbangan. Bulgaria, misalnya, disebut berpeluang menjadi target Iran selanjutnya setelah menyetujui akses bagi AS ke pangkalan udara Bezmer untuk keperluan pengisian bahan bakar pada Juli lalu, mengutip The Independent UK, Rabu (19/8/2026).
Rencana tersebut muncul ke publik setelah seorang pejabat senior Iran kepada Reuters pada Senin (17/8/2026), mengatakan Teheran sedang mempertimbangkan untuk beralih ke strategi ofensif dalam skala penuh dalam menghadapi konflik dengan AS.
Di tengah meningkatnya ketegangan, peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran juga dinilai semakin kecil. Ketegangan AS-Iran semakin meninggi setelah Trump pada Selasa (18/8/2026) bahkan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS lengkap dengan mengunggah peta jalur air strategis tersebut.
Namun, tak lama setelah mengunggah gambar Selat Hormuz di akun Truth Social miliknya, presiden berusia 79 tahun itu menegaskan, AS tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung, atau dijadwalkan dengan Iran.
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyebut blokade angkatan laut tetap berlaku sepenuhnya dan selat Hormuz terbuka dan beroperasi.
“Semua ranjau laut telah disingkirkan atau diledakkan,” pungkas Trump.





