Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Perempuan pengusaha di Daerah Istimewa Yogyakarta dituntut mampu mengambil peran strategis sebagai penggerak ekonomi yang tangguh. Melalui Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DIY, para perempuan pengusaha didorong untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berkembang guna membangun ekosistem usaha yang semakin tangguh dan berdaya saing.
Hal tersebut bergaung dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD IWAPI DIY yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Selasa (11/08). Membacakan sambutan Gubernur DIY, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Anton Raharjo menyatakan bahwa kehadiran perempuan di dunia usaha berkontribusi menghadirkan kekuatan nyata dalam terciptanya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Pun, seiring dengan ragam transformasi digital serta perubahan pola konsumsi yang tengah terjadi, pelaku usaha diharapkan mampu mengimbanginya dengan turut mengghadirkan ragam inovasi tanpa henti.
“Transformasi digital, perubahan pola konsumsi masyarakat, kompetisi pasar, hingga akses terhadap permodalan menuntut setiap pelaku usaha untuk terus beradaptasi. Dalam konteks inilah, IWAPI memiliki posisi strategis sebagai ruang pembelajaran, kolaborasi, dan akselerasi agar perempuan pengusaha semakin tangguh, profesional, serta mampu meningkatkan daya saing usahanya,” tutur Anton.
Dikatakan Anton, perempuan pengusaha turut memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian dengan perannya dalam menciptakan lapangan kerja, serta menguatkan ketahanan keluarga dan masyarakat. Hal tersebut membuktikan bahwasanya keberadaan perempuan di dunia usaha bukan semata-mata bagian dari aktivitas ekonomi, melainkan sebuah kekuatan strategis dalam menciptakan kemandirian, kesejahteraan, dan keberlanjutan pembangunan.
“IWAPI harus menjadi ruang bagi perempuan pengusaha untuk saling belajar dan mengakselerasi bisnisnya. Dengan semangat gotong royong, saya yakin organisasi ini akan melahirkan pengusaha-pengusaha mandiri yang berkontribusi langsung bagi kemajuan DIY,” tambah Anton.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD IWAPI DIY, Dr. Uti Bidati, SE, MM. menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh melunturkan nilai-nilai luhur yang telah lama hidup di DIY. Maka dari itu, IWAPI DIY bertekad untuk merangkul dan mendorong para pelaku industri untuk adaptif akan kemajuan teknologi, dengan tetap berpegang teguh pada kearifan lokal.
“Cita – cita kami adalah mewujudkan industri kecil menengah yang adaptif teknologi, namun tetap menjaga karakter dan kultur lokal. Kami juga mendorong pengembangan green industry atau industri yang ramah lingkungan,” tuturnya.
Uti menyebutkan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk perbankan dan akademisi, sangat dibutuhkan agar unit usaha anggota IWAPI dapat terus berkembang. Pun, dukungan dari keluarga dipercaya dapat memberikan dampak yang signifikan bagi perempuan usaha dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.
Rakerda DPD IWAPI DIY 2026 mengusung tema “Membangun Sinergi Digitalisasi Menuju Penguatan Ekonomi Berkelanjutan”, diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai wilayah di DIY. Rakerda kali ini terasa semakin berbeda karena bertepatan dengan Hari UKM Nasional yang juga jatuh pada 12 Agustus. Acara semakin meriah dengan adanya pameran produk unggulan UMKM, mulai dari fashion hingga kuliner tradisional, serta pemberian penghargaan bagi pengusaha perempuan berprestasi.
Humas Pemda DIY




