Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim dirinya kemungkinan menjadi target pembunuhan nomor satu Iran. (AP)
Jakarta, REDAKSI17.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan Washington tidak akan membiarkan Iran memungut biaya terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Trump bahkan mengklaim AS yang akan mengambil peran tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan Iran kembali membuka akses pelayaran bebas di jalur perairan strategis tersebut.
“Harus begitu. Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya,” kata Trump, Senin (4/8/2026), dikutip dari Antara.
Sebelumnya, pada 18 Juni 2026, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari 2026.
Namun, pada 8 Juli 2026, Trump menyatakan gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku. Setelah itu, militer AS melancarkan beberapa gelombang serangan ke Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyebut serangan dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Pada 12 Juli 2026, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga AS menghentikan campur tangannya di kawasan tersebut.
Sehari kemudian, Trump menyatakan AS akan menjadi “penjaga” Selat Hormuz. Ia juga mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.





