Kompas Jantung Ruang Berbagi dan Beri Dukungan Penderita Jantung di Kota Yogya

Umbulharjo,REDAKSI17.COM – Semangat menjaga kesehatan jantung tak hanya tumbuh melalui pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit. Lewat gerakan senam bersama, berbagi pengalaman, hingga saling memberi dukungan, para pasien jantung RSUD Kota Yogyakarta kini memiliki ruang kebersamaan melalui Komunitas Pasien Jantung (Kompas Jantung) yang resmi diluncurkan, Minggu (4/10).

Peluncuran komunitas tersebut menjadi bagian dari rangkaian Senam Sehat Jantung, pemeriksaan kesehatan, dan talkshow dalam rangka memperingati HUT ke-39 RSUD Kota Yogyakarta. Mengusung tema Transform Your Body, Protect the Heart, kegiatan ini mengajak masyarakat memulai perubahan pola hidup sehat dari kebiasaan sederhana.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, mengapresiasi terbentuknya Kompas Jantung sebagai wadah kebersamaan bagi pasien yang rutin menjalani pengobatan. Menurutnya, komunitas dapat memberikan semangat, kebahagiaan, sekaligus dukungan bagi pasien dalam menjalani proses pemulihan.

Ia berharap keberadaan komunitas tersebut tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan penyakit jantung dan menjaga kesehatan secara menyeluruh.

“Monggo dengan adanya komunitas pasien jantung atau Kompas di RSUD Kota Yogyakarta ini, kita manfaatkan betul-betul dalam rangka meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya mencegah penyakit jantung maupun penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung dan darah,” ungkapnya.

Budi juga mengajak masyarakat membangun pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, olahraga teratur, serta kemampuan mengelola pikiran dan stres. Menghentikan kebiasaan merokok juga menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Budi juga menilai senam jantung sehat merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama untuk menjaga kebugaran. Selain membantu tubuh lebih segar, aktivitas fisik dapat mendukung kelancaran sirkulasi darah dan menjaga kebugaran tubuh.

“Bagaimana kita sehat dengan biaya yang murah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menyampaikan apresiasi kepada RSUD Kota Yogyakarta yang memasuki usia ke-39. Ia mendorong peningkatan kualitas dan akses pelayanan kesehatan agar semakin baik serta mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Bersama kita tingkatkan kualitas pelayanannya, aksesnya juga kita tingkatkan, kemudian pelayanannya juga harus semakin baik dengan pelayanan yang prima,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Yogyakarta, Ariyudi Yunita, menyampaikan penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. Meski demikian, risikonya dapat dikurangi melalui pola hidup sehat, aktivitas fisik yang cukup, tidak merokok, serta pengendalian tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.

“Menjaga jantung bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab kita semua,” tuturnya.

Ia berharap Kompas Jantung menjadi ruang bagi pasien dan keluarga untuk saling memberikan dukungan, berbagi pengalaman, memperoleh edukasi kesehatan, serta meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan kualitas hidup.

Ketua Kompas Jantung RSUD Kota Yogyakarta, Suharyanto, menjelaskan pembentukan komunitas ini berawal dari kebutuhan para pasien jantung untuk memiliki ruang komunikasi di luar jadwal kontrol rutin ke rumah sakit. Sebab, selama ini pasien umumnya hanya dapat berkonsultasi langsung dengan dokter saat jadwal pemeriksaan, yang biasanya berlangsung sebulan sekali.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, muncul gagasan membentuk komunitas yang dapat memfasilitasi komunikasi dan berbagi pengalaman antarpasien. Gagasan itu kemudian mendapat dukungan dari dokter spesialis jantung RSUD Kota Yogyakarta hingga terbentuk grup komunikasi dan kepengurusan Kompas Jantung.

“Harapannya Kompas Jantung ini jangan hanya menjadi slogan semata, tetapi menjadi wahana atau sarana untuk kita saling mengisi, berdiskusi, saling berbagi, dan sebagai wadah untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat,” jelasnya.

Saat ini, anggota yang tergabung dalam grup komunikasi Kompas Jantung telah mencapai lebih dari 100 orang, dengan sekitar 50–70 anggota aktif. Ke depan, komunitas tersebut diharapkan semakin berkembang melalui berbagai kegiatan edukasi, diskusi, dan aktivitas bersama yang memberikan manfaat bagi pasien maupun keluarganya.