Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Dalam upaya membangun ekosistem olahraga yang lebih sehat, tertata, dan manusiawi, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengembangkan kolaborasi melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman dengan berbagai mitra pada Jumat (03/07). Kerja sama tersebut melibatkan mitra dari berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, media, teknologi digital, hingga penyediaan fasilitas olahraga.
Penandatanganan yang berlangsung di Kantor KONI DIY tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X. Sejumlah mitra yang menandatangani kerja sama meliputi RSPAU dr. Suhardi Hardjolukito, Siloam Hospital Yogyakarta, Queen Latifa Hospital Group, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Teknologi Digital Indonesia, serta PT Pandangan Media Utama (Pandangan Jogja).
Sri Paduka mengungkapkan, penandatanganan perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman tersebut menjadi tanda bahwa pembinaan olahraga memerlukan kebersamaan, kepercayaan, dan kesediaan untuk saling menguatkan. Menurutnya, KONI tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun ekosistem olahraga DIY yang lebih sehat, tertata, dan manusiawi sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
“Kami berharap, kerja sama ini dapat memberi manfaat langsung bagi atlet dan cabang olahraga. Dukungan kesehatan akan membantu menjaga kebugaran dan pemulihan. Dukungan pendidikan memperluas ruang belajar dan pengembangan diri. Dukungan media memperkuat apresiasi publik. Sementara teknologi digital dapat membantu pengelolaan data, informasi, dan komunikasi olahraga secara lebih baik,” jelas Sri Paduka.
Atas nama KONI DIY dan Pemerintah Daerah DIY, Sri Paduka menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang telah berkenan berjalan bersama. Ia berharap, penandatanganan ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi awal dari kerja bersama yang tulus, terukur, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, UMY memiliki berbagai keunggulan yang dapat mendukung pembinaan olahraga di DIY, di antaranya layanan kesehatan dengan dokter spesialis khusus kesehatan olahraga serta program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi di bidang olahraga.
Melalui dukungan tersebut, UMY berharap para atlet tidak hanya mampu mengembangkan prestasi di arena pertandingan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi sebagai bekal di masa depan. “Harapan kami mereka menjadi atlet yang mampu mendukung prestasi olahraga DIY,” ungkapnya.
Achmad Nurmandi menambahkan, kerja sama antara perguruan tinggi, KONI DIY, dan Pemerintah Daerah DIY diharapkan dapat menciptakan hubungan yang saling menguatkan. Ia menyebut, perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pendidikan, layanan kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia, sementara pemerintah dapat terus memperkuat pembinaan olahraga melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Ia pun menilai pembangunan fasilitas olahraga di DIY terus menunjukkan perkembangan yang positif, mulai dari lapangan sepak bola hingga berbagai prasarana olahraga lainnya. Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat pembinaan atlet dan mendorong peningkatan prestasi olahraga di Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Saya kira DIY memiliki sarana dan prasarana olahraga yang lebih baik dibandingkan provinsi-provinsi lain di Indonesia. Misalnya, lapangan sepak bola standardnya mulai baik di seluruh desa. Ke depan, kami berharap semakin banyak prasarana olahraga lainnya yang dapat terus didukung dan dikembangkan oleh pemerintah,” pungkasnya.
Humas Pemda DIY





