MANTRIJERON,REDAKSI17.COM – Vaksinasi rabies secara gratis untuk kucing, anjing dan kera yang diadakan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan disambut antusias masyarakat. Terbukti banyak warga yang membawa hewan peliharaan seperti kucing dan anjing untuk divaksin rabies. Pemkot Yogyakarta rutin menyelenggarakan vaksinasi itu secara gratis untuk mencegah rabies dan mempertahankan status zero kasus rabies.

Vaksinasi rabies gratis itu salah satunya diadakan di Pendopo Kelurahan Mantrijeron pada Kamis (3/9/2026). Masyarakat datang silih berganti membawa kucing dan anjing divaksin rabies. Misalnya, Yosida warga Mangkuyudan yang membawa dua anjing dan beberapa kucing peliharaan untuk divaksin rabies. Dia menyambut baik program vaksinasi rabies gratis itu karena membantu masyarakat untuk mencegah rabies. Selama ini  dia melakukan vaksinasi rabies pada hewan peliharaannya secara mandiri ke klinik hewan dengan biaya sekitar Rp 210 ribu/ekor.

Masyarakat Mantrijeron antusias membawa hewan peliharannya anjing dan kucing untuk divaksin rabies. 

“Iya membantu. Lumayan biasanya ke klinik. Ini baru sekarang ikut vaksinasi rabies gratis. Kalau bisa berlanjut tahun depan ada lagi,” kata Yosida ditemui usai vaksinasi rabies di Kelurahan Mantrijeron.

Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta drh. Sri Wahyuningsih mengatakan kebanyakan masyarakat membawa kucing untuk divaksin rabies. Sejumlah anjing juga diikutkan warga untuk vaksinasi rabies. Selama tiga hari bertugas ini, dia pernah memberikan vaksin rabies pada monyet peliharaan warga di wilayah Kelurahan Patehan. Beberapa hewan tidak bisa divaksin karena tidak memenuhi syarat, misalnya karena demam.

Hewan peliharaan diperiksa untuk memastikan kondisinya sehat dengan mengecek suhu tubuh sebelum divaksinasi rabies. 

“Suhu tinggi itu karena adanya infeksi awal suatu penyakit. Tapi juga bisa karena stres perjalanan. Syarat divaksin itu harus sehat. Kita screening sehat itu dari suhu tubuh hewan. Kami harap masyarakat memanfaatkan vaksinasi rabies ini mumpung ada program dari Pemkot Yogya yang gratis untuk kesehatan hewan peliharaan dan menjaga Kota Yogya bebas dari rabies,” terang drh. Ayu ditemui di sela vaksinasi rabies di Kelurahan Mantrijeron.

Dia menegaskan kondisi hewan yang memenuhi syarat divaksin rabies adalah sehat, tidak bunting, tidak menyusui, cukup umur minimal 4 bulan dan sudah diberi obat cacing. Pihaknya juga menekankan kepada pemilik hewan untuk lebih memperhatikan kesehatan hewan. Tidak cuma divaksin. Pencegahan penyakit dari makanan tempat tinggal dan kebersihan hewan peliharaan harus dijaga. Hal itu penting untuk kesehatan hewan maupun pemilik guna mencega penyakit zoonosis penularan dari hewan ke manusia.

Petugas medik veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menyuntikan vaksin rabies ke kucing hewan peliharaan warga.

Sementara itu Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti menyebut dalam kegiatan vaksinasi rabies gratis selama September 2026 menyiapkan sekitar 3.000 dosis vaksin. Jumlah itu berkaca pada realisasi vaksinasi rabies tahun 2025 yang mencapai 3.011 hewan. Rinciannya terdiri dari 2.435 kucing, 565 anjing dan 11 kera atau monyet. Vaksinasi rabies secara gratis itu diberikan untuk hewan penular rabies yang berdomisili di Kota Yogyakarta dibuktikan dengan KTP pemilik hewan.

“Pada prinsipnya kami siapkan vaksin untuk semua hewan penular rabies yang ada di Kota Yogyakarta. Baik yang lama maupun baru dan memenuhi syarat divaksin seperti kondisinya harus sehat, tidak bunting, tidak menyusui, cukup umur dan sudah diberi obat cacing,” papar Panggarti.

Hewan peliharaan yang sudah divaksin dicatat dalam buku vaksinasi yang diberikan kepada pemilik hewan.

Dia menyebut sampai kini tidak ada kasus rabies di Kota Yogyakarta. Tapi masih ada temuan kasus gigitan hewan penular rabies dan setelah diobservasi selama 14 hari hasilnya semua masih sehat. Meski demikian pihaknya mengingatkan masyarakat agar waspada karena DIY adalah adalah daerah wisata. Selain itu berada dalam satu pulau di mana masih ada provinsi yang statusnya tertular dan daerah terdekat yang tidak satu pulau masih tertular. Di samping itu kadang-kadang masih ada yang membawa hewan bawaan dari luar daerah.