
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Warga di empat padukuhan yang tergabung dalam “Catur Manunggal”, yakni Padukuhan Semuluh Lor, Semuluh Kidul, Ngaglik, dan Mojo, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, menyelenggarakan upacara adat Kirab Seni Budaya dan Sedekah Kenduri Bersih Dusun pada Senin Pahing, (25/5/2026).
Acara ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Upacara diawali dengan laporan kesiapan upacara adat kepada pimpinan upacara yang menyatakan bahwa seluruh sarana upacara telah siap. Prosesi utama ditandai dengan kirab Gunungan yang berisi berbagai ‘Ubo rampe’ atau hasil bumi sebagai simbol rasa syukur. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bapak Sutiyo kepada perwakilan warga masyarakat Padukuhan yang tergabung Catur Manunggal.
Dalam sambutan penerimaannya, perwakilan warga menyatakan kesiapan untuk melaksanakan upacara dengan tulus dan penuh khidmat, seraya memanjatkan doa agar seluruh warga senantiasa diberikan ketenteraman dan keselamatan.
Apresiasi Bupati Gunungkidul
Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memberikan apresiasi tinggi kepada warga di empat padukuhan tersebut atas kekompakan mereka dalam menjaga adat istiadat. Bupati menekankan bahwa istilah “Catur Manunggal” merupakan cerminan dari semangat golong gilig atau persatuan yang kuat di antara warga.
“Acara bersih dusun ini bukan hanya sekadar melestarikan kebudayaan, tetapi juga menjadi sarana bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rezeki dan keselamatan yang telah diberikan,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Bupati juga menambahkan bahwa tradisi ini menjadi bukti nyata mentalitas gotong royong yang kuat di tengah masyarakat Gunungkidul.

Dalam pidatonya, Bupati juga menyitir pesan dari Bapak Bangsa, Bung Karno, mengenai ketahanan sebuah bangsa. Ia mengingatkan bahwa pencapaian terbesar adalah kemampuan untuk tetap bertahan dan teguh berdiri menghadapi segala cobaan.
“Dengan semangat manunggalnya tekad seperti yang ditunjukkan warga Catur Manunggal, diharapkan masyarakat mampu menghadapi berbagai tantangan zaman.” tutur Bupati.
Acara diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan seluruh warga. Harapan yang dipanjatkan meliputi keberkahan usia, kekuatan lahir batin, serta kelancaran rezeki bagi masyarakat di wilayah Catur Manunggal dan Kalurahan Ngeposari pada umumnya.
Pemerintah daerah berharap agar kerukunan ini terus dijaga, menjauhkan masyarakat dari perselisihan, serta mewujudkan suasana kehidupan yang tata titi tentrem gemah ripah loh jinawi. Upacara adat ini pun ditutup dengan semangat gotong royong yang tercermin dalam semboyan holobis kuntul baris.



