Sumut, REDAKSI17.COM – Keributan yang melibatkan empat pria diduga oknum polisi dengan karyawan usaha pangkas rambut di Jalan Mustafa, Glugur Darat, viral di media sosial. Insiden ini terjadi pada Senin (6/4/2026) dini hari.
Pemilik usaha pangkas rambut, Fajar Laia, mengatakan peristiwa bermula sekitar pukul 01.00 WIB saat dua karyawannya, Darman dan Roffi, keluar membeli makanan. Saat kembali, keduanya tiba-tiba dikejar sejumlah pria di jalan yang sepi.
“Awalnya dua orang karyawan kami keluar sekitar jam 1 malam beli makan. Pas balik, di jalan yang sepi tiba-tiba dikejar. Mereka takut, lari dan tancap gas karena mereka pikir begal, apalagi sudah tengah malam,” kata Fajar, Selasa (14/4/2026).
Menurut Fajar, para pria tersebut mengeluarkan benda mirip pistol dan terus membuntuti hingga ke lokasi pangkas rambut. Keributan pun terjadi setelah mereka masuk ke dalam tempat usaha.
“Orang yang ngejar tadi sampai ke dalam pangkas. Lalu memulai keributan sambil ngomong kasar dan mengeluarkan pistol, menodongkan ke salah satu kawan kami. Makanya ribut sampai tonjok-tonjokan,” ujarnya.
Dalam situasi itu, salah satu pria mengaku sebagai polisi dan melontarkan pernyataan yang membuat karyawan ketakutan. “Dia ngaku polisi, sambil ngomong ‘aku kemarin yang tembak mati begal itu’. Dia sempat sebut tempatnya, tapi saya sudah nggak ingat,” tutur Fajar.
Fajar menyebut karyawan merasa terancam atas kejadian tersebut. Setelah mencari informasi, ia mengaku mendapat kepastian bahwa para pria tersebut merupakan anggota polisi, bahkan dua di antaranya disebut kakak beradik.
“Karena merasa terancam, karyawan di situ jadi takut. Setelah kami cari info dari beberapa sumber, mereka memang polisi dan dua di antaranya kakak beradik,” katanya.
Atas insiden itu, pihak usaha pangkas rambut telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sumatera Utara. “Kami sudah buat laporan di Polda,” ucapnya.





