Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Ketahanan nasional pada hakikatnya juga dibangun oleh kemampuan setiap daerah mengelola sumber daya, memperkuat kohesi sosial, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga identitas kebangsaan. Karenanya, DIY berupaya mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti saat membacakan sambuta Gubernur DIY pada Selasa (23/06) di Bangsal Wiyata Praja. Saat menyambut Kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Universitas Pertahanan (Unhan) RI Tahun Akademik 2025/2026, Made mengatakan, pembangunan DIY bertumpu pada beberapa hal.
“Pembangunan DIY bertumpu pada kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, pelestarian kebudayaan, tata kelola pemerintahan yang adaptif, serta pembangunan yang berkelanjutan. Karenanya, daerah juga merupakan simpul strategis dalam sistem ketahanan nasional,” imbuhnya.
Made mengatakan, potensi daerah harus dikelola sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional. Dan DIY memiliki kebijakan pembangunan daerah yang menempatkan pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, dan jasa sebagai sektor-sektor unggulan untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berdaya tahan.
“Keistimewaan DIY merupakan modal strategis dalam pembangunan. Keistimewaan bukanlah sebuah privilege administratif semata, melainkan instrumen konstitusional untuk menjaga kesinambungan nilai, budaya, dan tata kelola pemerintahan yang berakar pada sejarah sekaligus relevan terhadap tantangan masa depan,” paparnya.
Made menambahkan, kewenangan keistimewaan di bidang kebudayaan, kelembagaan, pertanahan, dan tata ruang, memberikan ruang bagi DIY untuk membangun dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Menjaga harmoni antara manusia, ruang hidup, dan kebudayaannya juga menjadi pendekatan dalam pembangunan DIY.
“Dalam konteks ketahanan nasional, kebudayaan menjadi energi yang menjaga persatuan bangsa, ketika menghadapi perubahan global yang semakin kompleks. Di sinilah nilai strategis keistimewaan hadir sebagai modal sosial yang memperkuat kohesi masyarakat, memperkukuh identitas nasional, sekaligus memperluas daya saing daerah,” katanya.
Dekan FMP Unhan RI, Mayjen TNI Assoc. Prof. Dr. Priyanto, S.I.P., M.Si. (Han) mengatakan, kegiatan kuliah kerja dalam neini mengangkat tema ‘Penguatan Ketahanan Nasional melalui Sinergi Pengelolaan Sumber Daya Daerah Ekonomi dan Pertahanan di DIY’. Tema ini dipilih karena sangat relevan dengan kondisi geopolitik dan geostrategi Indonesia, baik di lingkup global maupun regional.
“DIY kami pilih sebagai tujuan kunjungan kuliah kerja karena DIY adalah salah satu daerah yang menurut pandangan kami, masih murni menjaga budaya daerahnya. Dan budaya adalah salah satu elemen dari ketahanan nasional, di samping ipoleksoshankam. Kami juga melihat DIY sebagai daerah SDM unggul di negeri kita,” imbuhnya.
Priyanto berharap, pada kegiatan ini para mahasiswa dapat belajar lebih banyak menyerap ilmu terkait pengelolaan sumber daya yang dilakukan DIY guna memperkuat ketahanan nasional. Para mahasiswa FMP Unhan pun dapat mengetahui secara langsung bagaimana aspek pertahanan dijadikan dasar pengembangan pariwisata, ekonomi, sumber daya daerah, pengembangan mineral dan energi, serta modal untuk selalu siap menghadapi ancaman.
HUMAS DIY





