Jakarta,REDAKSI17.COM– Pemerintah ingin menjaga produksi mineral dan batu bara tetap berjalan seimbang, tanpa harus membuat harga komoditas ini tertekan akibat kelebihan pasokan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, tidak akan mengejar peningkatan produksi kedua komoditas ini, jika justru menyebabkan harga komoditas jatuh di pasar global.
Menurut dia, produksi yag melimpah tanpa diimbangi harga yang baik hanya akan mengurangi penerimaan negara dari sektor pertambangan.
Karena itu, Bahlil mengatakan, kebijakan relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan keseimbangan antara permintaan dan penawaran.
“Idealnya itu kita menambangnya banyak tapi juga harganya harus bagus. Kalau kita produksinya banyak harganya enggak bagus, negara rugi enggak?” kata Bahlil kepada awak media, di Jakarta, dikutip Selasa (04/8).
Ia menambahkan, pengelolaan sumber daya alam tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan generasi mendatang.
Karena itu, pemerintah harus lebih berhati-hati dalam menetapkan volume produksi agar cadangan mineral tetap terjaga dan mampu memberikan nilai ekonomi yang optimal dalam jangka panjang.
Peningkatan produksi secara berlebihan ketika permintaan pasar tidak bertambah, kata Bahlil, justru akan memicu koreksi harga.
Akibatnya, komoditas yang seharusnya dapat dijual dengan harga lebih tinggi dalam waktu yang lebih panjang kehilangan nilai ekonominya.
“Kalau hari ini kita melakukan dengan penuh tidak kehati-hatian, itu dampaknya adalah: satu, harga bisa terkoreksi di bawah. Yang kedua, harusnya tambang kita bisa jual dengan harga yang baik dengan waktu yang panjang, itu juga bisa terpotong,” ujar Bahlil.
Maka dari itu, lanjutnya, pemerintah tetap membuka ruang relaksasi RKAB, tetapi dilakukan secara terukur.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus mempertimbangkan perkembangan harga komoditas di pasar internasional agar tidak terjadi kelebihan pasokan yang menekan harga.





