Beranda / Ekonomi dan Bisnis / Siap-Siap, Menkeu Bakal Datangin K/L Pastikan Anggaran Belanja Sudah Sesuai

Siap-Siap, Menkeu Bakal Datangin K/L Pastikan Anggaran Belanja Sudah Sesuai

Jakarta,REDAKSI17.COM– Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan mendatangi setiap kementerian atau Lembaga (K/L) untuk memastikan bahwa anggaran belanja sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan.

Hal ini, kata Menkeu, sebagai bagian dari strategi agar K/L bisa membelanjakan anggaran biar lebih efisien di semester II 2026 nanti.

Adapun Menkeu Purbaya mengklaim bahwa kalau upaya ini juga sudah direstui anggota DPR RI.

“Belanjanya ya kita datang ke kementerian lembaganya, kan kata DPR saya boleh datang ke Kementerian Lembaga sekarang untuk memastikan anggarannya sesuai dengan yang ditetapkan,” katanya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor LPS, Jakarta, dikutip Selasa (4/8).

Menkeu pun memastikan kalau K/L bisa belanja tepat waktu dan tepat sasaran.

Dia juga siap meminta izin Presiden Prabowo Subianto untuk menyambangi K/L tersebut.

“Kita akan pastikan mereka belanja tepat waktu tepat sasaran. Jadi mungkin kami atas izin Presiden nanti datang ke kementerian lembaga untuk memastikan mereka bisa belanja. Atau kalau ada halangan, halangan apa yang bisa kita hilangkan secepatnya,” tegasnya.

Sebagai informasi, Belanja Negara per Juni 2026 mencapai Rp 1.656,0 triliun atau setara 43,1 persen dari target APBN 2026.

Angka ini juga tumbuh 17,8 persen yoy dari tahun lalu.

Belanja Negara tersebut terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat sebanyak Rp 1.298,6 triliun yang meliputi Belanja Kementerian Lembaga (K/L) Rp 658,9 triliun dan Belanja non K/L 639,7 triliun.

Kemudian ada Transfer ke Daerah (TKD) sebanyak Rp 357,4 triliun.

Sementara itu, realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp 1.459 triliun di semester pertama 2026.

Angka ini setara 46,3 persen dari outlook APBN dan tumbuh 21,4 persen secara tahunan (yoy).

Pendapatan Negara itu terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 1.187,8 triliun yang mencakup Penerimaan Pajak Rp 1.035,7 triliun serta Kepabeanan dan Cukai Rp 152,0 triliun.

Kemudian ada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 271,0 triliun dan Penerimaan Hibah Rp 700 miliar.

Dengan kinerja itersebut, keseimbangan primer mencatatkan surplus sebesar Rp 85,1 triliun.

Kemudian di sisi pembiayaan anggaran realisasinya mencapai Rp 452 triliun atau 65,6% dari target APBN 2026.

Sedangkan, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di semester pertama 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *